Berita

hatta rajasa/net

Bisnis

Hatta Rajasa Letakkan Batu Pertama Pabrik Semen Merah Putih

RABU, 11 SEPTEMBER 2013 | 16:37 WIB | LAPORAN:

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, disambut meriah oleh warga Bayah, Lebak, Banten. Kedatangan Hatta untuk melakukan peletakan batu pertama berdirinya proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), yaitu pabrik Semen Merah Putih.

Menggunakan kemeja safari hitam, Hatta datang bersama Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Helmi Faisal; Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak; dan Wakil Menteri Perindustrian, Alex Retraubun. Mereka disambut tarian khas Banten Walijah Maliha.

Dalam sambutannya, Hatta menegaskan MP3EI yang dijalankan pemerintah sejak 2012 menekankan pada koridor pembangunan daerah Indonesia sehingga tidak ada lagi daerah tertinggal; konektivitas infrastruktur dengan melibatkan pemerintah, BUMN dan swasta; serta peningkatan Sumber Daya Manusia dan teknologi.


"Banten itu masuk koridor Sumatera dan masuk dalam lima kawasan perhatian investasi (KPI). Diantaranya Lebak, Cilegon, Tangerang, Serang, Pandegelang," tegas Hatta saat memberi sambutan di kompleks Pabrik Semen Merah Putih, Bayah, Banten, Rabu (11/9)

Dalam suasana pertumbuhan dan investasi yang terus meningkat, Hatta mengingatkan bahwa kebutuhan semen secara nasional baru mencapai 200 kg per kapita.

"Itu terkecil se-Asia. Makanya kita akan terus lakukan akselerasi. Dengan MP3EI nanti kita targetkan kebutuhan semen pada tahun 2020 lebih dari 300 kg per kapita. Kemudian 2025 idealnya 600 kg per kapita," terang Hatta

Sementara itu, Hatta mengakui bahwa Indonesia secara nasional masih kekurangan semen. Produksi semen di Indonesia per tahun, menurut Hatta, baru mencapai 50,3 juta ton. Karenanya harga meningkat dengan meningkatnya permintaan semen. Akibat harga meningkat dan semen kurang, maka ancamannya adalah terhentinya pembangunan.

"Semen sangat dibutuhkan untuk akseleserasi program MP3EI. Makanya kita buka investasi sebanyak-banyaknya untuk tingkatkan semen. Selain juga nanti bisa tingkatkan kesejahteraan daerah dengan merekrut sumber daya manusia lokal," kata Hatta.

Presiden SBY pun mengapresiasi investasi proyek yang mencapai lebih dari US$ 600 juta atau di atas Rp 6 triliun. Karena jika semen merah putih indonesia sudah rampung di 2015 semen bisa diproduksi sampai lebih dari 4 juta ton per tahun.

"Saya juga bilang ke PT Cemindo pemerintah akan kasih insentif, termaasuk tax holiday kalau bangun di Papua. Disana cadangan batu gamping luar biasa,"demikian Hatta

Meningkatnya permintaan semen di Indonesia dan untuk menunjang kebutuhan baku berkualitas demi kebutuhan infrastruktur nasional lewat program MP3EI, produsen Semen Merah Putih di bawah naungan PT Cemindo Gemilang merealisasi pembangunan pabrik terintegrasi pertamanya yang berlokasi di area seluas 500 hektar di pinggir laut selatan kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.

Dirtektur Utama PT Cemindo Gemilang, Ateng Slamet, mengatakan, sumber energi pabrik semen merah putih selain berasal dari batu bara, juga menggunakan energi listrik sebesar 60 Megawatt dari PLTU Pelabuhan Ratu. Semen Merah Putih merupkan proyek MP3EI satu-satunya di kawasan selatan Banten dengan nilai investasi US$ 600 juta dan diprediksi mulai beroperasi tahun 2015.

Semen Merah Putih menargetkan akan menyerap 4.000 tenaga kerja lokal Banten dan memproduksi 4 juta ton semen per tahun. [ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya