Berita

harrison ford/net

Politik

YEARS OF LIVING DANGEROUSLY

Ketika Kuman di Seberang Mata Dijadikan Film…

RABU, 11 SEPTEMBER 2013 | 07:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mana yang lebih banyak merusak hutan kita, masyarakat yang disebut perambah ataukah perusahaan-perusahaan yang sederetan panjang juga berasal dari negara Harrison Ford.

Begitu bunyi pesan Staf Khusus Presiden Andi Arief, Rabu pagi (11/9). Dia mengomentari kunjungan bintang film Amerika Serikat, Harrison Ford, dalam rangka pembuatan film dokumenter mengenai lingkungan hidup berjudul Years of Living Dangerously yang direncakan tayang tahun depan.

Andi Arief juga menyayangkan sikap aktivis lingkungan warganegara Indonesia yang menurutnya terlalu mengagumi kehadiran Harrison Ford dan mengikuti apa saja kemauannya.


Dia menyarankan sejumlah jawaban untuk pertanyaan Harrison Ford yang kritis mengenai kondisi hutan Indonesia. Misalnya:

"Memang hutan kami masih ada masalah dan masalah itu bukan dilakukan oleh rakyat kami, tapi perusahaa-perusahaan besar termasuk dari negara Anda punya andil besar merusak hutan kami."

"Bahkan sejak kolonialisme hutan kami dijamah. Jika Anda ingin membuat film tentang lingkungan, kami akan membantu dengan syarat, Anda, Harrison Ford, juga melihat apa yang telah diperbuat pemerintahanmu terhadap hutan di Papua."

Kata Andi Arief juga perlu disampaikan kepada Harrison Ford agar ikut memprotes keras pemerintah Amerika Serikat dan perusahaan raksasa negeri itu, Freeport, dalam eksploitasi tambang di Papua.

"Dalam pepatah kami (ada ungkapan) gajah di pelupuk mata tidak kelihatan, (tapi) kuman di seberang (mata) dijadikan film," demikian Andi Arief.

Sebelumnya Andi Arief mengecam sikap arogan Harrsion Ford saat bertemu dengan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan hari Senin (9/9). Disebutkan bahwa ketika berada di ruang tunggu di Kantor Kementerian Kehutanan, Harrison Ford sempat naik ke atas meja dan melompat-lompat. Sementara ketika mewawancarai Zulkifli Hasan, selama 3,5 jam Harrsion Ford sempat emosional dalam menyikapi persoalan hutan Indonesia.

Belakangan, Zulkifli Hasan "meluruskan" informasi arogansi Harrford itu.

Perubahan sikap Zulkifli Hasan ini pun membuat heran Andi Arief. Di laman Facebook (Selasa malam, 11/9), Andi Arief mengatakan:

"Saya heran mengapa Menhut menutupi cerita pada wartawan bahwa Harrison Ford naik meja dan lompat-lompat saat di ruang tunggu. Mengapa harus mentolerir hal tersebut. Bersama saya, Ada empat Staf Khusus Presiden yang langsung mendengarkan cerita tentang hal itu," tulisannya. [dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya