Berita

Warga Riau Gugat Pemerintah

MINGGU, 08 SEPTEMBER 2013 | 22:46 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sejumlah warga Riau yang dinisiasi Gerakan Dua Derajat berencana melakukan gugatan citizen law suit atau gugatan warga negara ke PN Jakarta Pusat terhadap Kementerian Kehutanan RI, Kementerian Lingkungan Hidup RI dan Gubernur Provinsi Riau. Gugatan dilayangkan terkait dampak perubahan iklim yang terjadi di Riau. 

"Penyerahan gugatan akan dilakukan Senin, 9 September 2013," tulis keterangan pers Gerakan Dua Derajat yang diterima redaksi, Minggu (8/9).

Dikatakan, dasar gugatan adalah rumusan perubahan iklim sebagaimana disebut UU Pengelolaan Lingkungan Hidup No 32/2009 dan Peraturan Presiden No 61/2011 tentang Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca. Dalam dua aturan tersebut dipahami bahwa perubahan iklim adalah berubahnya iklim yang diakibatkan langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia yang menyebabkan perubahan komposisi atmosfer secara global serta perubahan variabilitas iklim alamiah yang teramati pada kurun waktu yang dapat dibandingkan.


"Situasi tersebut dialami oleh masyarakat Riau, dan menjadi dasar gugatan. Riau saat ini menghadapi bencana banjir minimal satu kali dalam satu tahun, belum lagi kekeringan dan kenaikan suhu. Sepanjang 30 tahun terakhir, Riau saat ini mengalami suhu tertinggi yakni 37 Derajat Celsius," tulis Gerakan Dua Derajat.

Kondisi tersebut semakin buruk dengan berlangsungnya berbagai bentuk penghancuran, yakni konversi hutan dan lahan gambut menjadi perkebunan sawit dan perkebunan kayu skala besar. Belum lagi penebangan dan pembakaran hutan.

"Ini semua memicu banjir lumpur, sehingga para petani sulit bertani dan berkebun.  Di sisi lain, asap dari proses pembakaran hutan mengganggu kesehatan masyarakat dengan hadirnya sejumlah penyakit pernapasan," begitu penjelasan lain Gerakan Dua Derajat.[dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya