Berita

abdul qodir jaelani/net

KPAI: Utamakan Dulu Keselamatan Dul

MINGGU, 08 SEPTEMBER 2013 | 21:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Seluruh pihak diharapkan lebih mengutamakan keselamatan Abdul Qodir Jaelani alias Dul, putra musisi Ahmad Dhani, sebelum melanjutkan proses hukum pasca kecelakaan lalu lintas di Tol Jagorawi.

"Sekarang anaknya (Dul) masih dalam kondisi kritis. Prinsipnya konsenterasi harus fokus pada penyelamatan jiwa anak," ujar Ketua Divisi Sosialisasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia Asrorun Ni'am Sholeh saat dihubungi wartawan di Jakarta, Minggu (8/9) dini hari.

Asrorun menegaskan bahwa semua pihak perlu mengedepankan pendekatan kemaslahatan daripada pendekatan hukum formal terhadap kasus hukum yang menimpa anak-anak, dan dalam hal ini orang tua tidak boleh lepas tangan. Artinya, hal yang perlu ditekankan adalah pemulihan hak-hak dan kesadaran anak akan tanggung jawab yang mengacu pada prinsip keadilan restoratif, keadilan substantif dengan memperhatikan tujuan hukum.


"Dalam penanganan anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) sedapat mungkin menggunakan pendekatan keadilan restoratif. Namun, anak harus segera diselamatkan dahulu," ujar Asrorun.

Dul terlibat kecelakaan lalu lintas yang menewaskan enam orang dan sembilan lainnya luka-luka di Tol Jagorawi KM 8, Minggu (8/9) dini hari. Penyidik kepolisian belum menetapkan tersangka terkait dengan kecelakaan lalu lintas yang menewaskan enam orang dan melukai sembilan orang tersebut.

Diketahui, Dul yang masih berusia 13 tahun, mengendarai sedan Lancer bernomor polisi B-80-SAL terlibat kecelakaan dengan mobil Daihatsu bernomor polisi B-1349-TEN dan Avanza pelat nomor B-1882-UZJ. Dul mengendarai mobil dari arah selatan menuju utara, kemudian kehilangan kendali akibat diduga tidak konsentransi.

Mobil tersebut menabrak pagar pemisah sehingga masuk jalur berlawanan dan menghantam Daihatsu "Grand Max" yang melaju dari arah utara ke selatan. Kemudian, mobil Daihatsu tersebut terdorong sehingga menabrak Avanza bernomor polisi B-1882-UZJ.[dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya