Joko Widodo makin memantapkan posisi sebagai raja survei. Kini, dia ditetapkan menjadi capres populer yang paling banyak mempengaruhi media online dan media sosial sekaligus. Sedangkan Menteri Dahlan Iskan adalah sosok yang dapat mengimbangi popularitas Jokowi dengan catatan effort (usaha) komunikasi yang lebih ditingkatkan.
Sementara, sebagai capres favorit, Jokowi masih tetap memimpin dalam hal pemberitaan karena statusnya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Hal yang berbeda terjadi dalam hal percakapan di media sosial, dimana Gita Wirjawan dan Dahlan Iskan lebih favorit dibanding Jokowi
Demikian pemaparan yang disampaikan oleh Senior Media Analyst Purengage, Yan Kurniawan, saat memaparkan hasil survei bertajuk "Menjajaki Peta Prospek Calon-calon Peserta Pemilu Presiden 2014 di Mata Publik dan Media" di Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta (Jumat, 6/9).
Dari empat orang yang disurvei, hasil kurang memuaskan dialami capres Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang selalu menempati peringkat buncit. Kenapa empat orang? Karena dua nama adalah yang terpopuler dalam Konvensi Demokrat, dan dua nama lagi terpopuler dari luar Konvensi Demokrat.
"Pekerjaan rumah terbesar ada di Prabowo Subianto, popularitasnya perlu sangat diangkat untuk tetap bisa eksis dalam persaingan," ujarnya.
Inilah data volume rata-rata per hari pemberitaan dan percakapan empat besar Calon Presiden populer menurut Purengage. Pemberitaan lewat Media Online: Jokowi 694, Dahlan Iskan 152, Gita Wirjawan 100, Prabowo Subianto 88.
Percakapan lewat Media Sosial: Jokowi 16.542, Dahlan Iskan 3.285, Gita Wirjawan 688 dan Prabowo Subianto 493.
Sedang indeks favourabilitas Pemberitaan dan Percakapan tentang empat besar Calon Presiden menurut purengage adalah sebagai berikut. Pemberitaan lewat Media Online: Jokowi 1,75; Dahlan Iskan 1,18; Gita Wirjawan 1,05; dan Prabowo Subianto 0,40.
Percakapan lewat Media Sosial: Gita Wirjawan 1,34; Dahlan Iskan 1,24; Jokowi 1,03 dan Prabowo Subianto 0,76.
Sumber data diambil melalui pemberitaan di media online dan media sosial twitter. Tingkat popularitas diambil dari jumlah mention di twitter resmi masing-masing capres dan dengan menggunakan keyword nama mereka untuk pencarian di media online.
Sedangkan tingkat favourabilitas diambil dari indeks sentimen masyarakat di percakapan dan pemberitaan media online maupun di media sosial. Jika sentimen yang ditunjukan positif mendapat nilai 3, netral bernilai 1, sedang negatif bernilai -3.
Sementara, pengumpulan data ini dilakukan sepanjang 1 Juli hingga 31 Agustus.
[ald]