Berita

RAKERNAS PDI PERJUANGAN

PDI Perjuangan Layak Pertimbangkan Rizal Ramli dan Hatta Rajasa sebagai Cawapres

JUMAT, 06 SEPTEMBER 2013 | 13:22 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sepertinya, partai politik yang benar-benar siap menghadapi Pemilu dan Pilpres 2014 adalah PDI Perjuangan. Hal ini terekam jelas dari geliat kader-kader partai yang duduk di Senayan dan menjadi kepala daerah, soliditas kader di tingkat akar rumput, kebijakan alternatif yang mulai ditawarkan serta tercermin dari hasil survei beberapa lembaga.

Hari ini (Jumat, 6/9), PDI Perjuangan akan memulai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Ecopark Convention, Ancol, Jakarta. Rakernas ini akan dihadiri sekitar 1.500 pengurus PDI Perjuangan, dari tingkat pusat hingga tingkat kabupaten/kota, juga akan dihadiri semua anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPR, kepala daerah yang merupakan kader PDI Perjuangan, badan-badan partai di tingkat pusat, sayap-sayap partai di tingkat pusat, dan perwakilan partai di luar negeri.

Banyak kalangan menilai Rakernas kali ini sangat penting dan menentukan sebab ini merupakan Rakernas terakhir menjelang Pemilu dan Pilpres 2014. Sementara itu, di antara empat agenda utama Rakernas ini, ada satu agenda yang menarik perhatian publik. Agenda yang dimaksud adalah terkait dengan kepemimpinan nasional.


Banyak yang percaya, ketika banyak partai yang citranya terpuruk dan ambruk, PDI Perjuangan justru sudah bisa dipastikan bisa memegang tiket untuk mencalonkan presiden, bahasa paling konkret dari kepemimpinan nasional. Namun hingga kini, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, yang memiliki otoritas untuk menentukan capres sebagaimana amanat Kongres PDI Perjuangan, belum juga angkat suara. Sebagai politisi yang sudah malang melintang dan banyak "makan asam garam", Megawati sepertinya sedang menunggu waktu saja.

Terlepas dari itu, dan siapapun yang akhirnya menjadi calon presiden PDI Perjuangan, menurut sementara kalangan, PDI Perjuangan sepertinya harus mengambil wakil presiden yang benar-benar memahami persoalan ekonomi. Ada banyak alasan mengapa ahli ekonomi yang harus dipertimbangkan partai berlambang banteng moncong putih ini untuk menjadi wapres.

Di antara alasan itu adalah persoalan ekonomi ke depan yang semakin komplek. Kompleksitas ekonomi ini bukan hanya terkait dengan fundamental di dalam, tapi juga berhubungan kuat dengan kondisi global. Dunia, di masa mendatang, akan semakin kompetitif. Dan Indonesia, setahun setelah Pilpres 2014 digelar, atau tepatnya 2015, sudah memasuki Komunitas Association of South East Asian Nations (ASEAN). Salah satu di antara tiga pilar Komunitas ASEAN adalah ekonomi. Dan banyak yang percaya, kekuatan ekonomi akan bergeser dari Barat ke Asia Pasifik. Tentu saja, bila Indonesia tidak siap, kondisi yang seharusnya menjadi berkah ini akan berubah menjadi musibah.

Menariknya, PDI Perjuangan seakan-akan sudah membaca peta ekonomi dunia ini. Indikasinya adalah tema Rakernas kali ini adalah "Berjuang untuk Kesejahteraan Rakyat". Tentu saja, kesejahteraan sangat terkait dengan ekonomi, selain juga berhubungan dengan stabilitas politik dan kepastian hukum.

Menurut sementara kalangan, saat ini, paling tidak ada dua sosok yang bisa dipertimbangkan PDI Perjuangan untuk menjadi cawapres karena memahami anatomi persoalan ekonomi di masa mendatang. Kedua sosok itu adalah Menko Perekonomian di era Presiden Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli, dan Menko Perekonomian saat ini, Hatta Rajasa.

Rizal Ramli dikenal sebagai ekonom senior yang handal dan dihormati dalam pergaulan internasional. Saat menjadi Menteri Ekonomi di Era Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli berhasil membawa ekonomi Indonesia yang baru selesai dari krisis itu ke arah perbaikan. Sayang keberhasilan ekonomi di era Gus Dur di bawah komando Rizal Ramli ini tersapu persoalan politik yang terjadi saat itu.

Selama ini, hubungan Rizal Ramli dengan Megawati juga sangat bagus. Hubungan yang terjalin sejak lama ini semakin kental ketika Megawati menjabat Wapres, dan Rizal menduduki jabatan menteri. Kini, Rizal Ramli, yang oleh Lembaga pemilih Indonesia (LPI) disebut sebagai capres alternatif itu diamanahi sebagai Ketua Dewan Penyantun di Universitas Bung Karno. Jabatan ini tak mengherankan, sebab pikiran-pikiran ekonomi Rizal Ramli sama dan sebangun dengan pikiran-pikiran ekonomi Bung Karno.

Selain Rizal, Hatta Rajasa juga layak dipertimbangkan. Meski bukan sarjana ekonomi, namun sebagai Menko Perekonomian, Hatta Rajasa berhasil memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi yang saat ini mencapai 6,3 persen, adalah hasil tangan dingin Hatta Rajasa. Hatta pun menjadi sosok yang ada di balik Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Bagi Megawati, Hatta Rajasa juga bukan sosok yang di luar jangkauan. Hubungan keduanya bagus, dan terutama lagi hubungan Hatta dengan almarhum Taufiq Kiemas. Bahkan, Hatta juga dikenal sebagai sosok yang menjadi ice breaker di tengah kebuntuan politik, yang tentu saja dibutuhkan Megawati. Dan tentu saja, dukungan kepada capres-cawpres ini akan semakin melimpah sebab Hatta Rajasa adalah Ketua Umum PAN. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya