Berita

ahmad hidayat/net

Dukung Serangan Militer AS ke Suriah, Mahfudz PKS Langgar UUD 1945!

JUMAT, 06 SEPTEMBER 2013 | 08:54 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ketua Komisi I DPR Mahfudz Shiddiq, dengan mendukung serangan militer AS atas Suriah, seakan-akan lupa bahwa Indonesia menganut politik bebas-aktif, yang semestinya tidak terlibat dalam provokasi satu negara kepada negara lain. Apalagi mendukung serangan militer satu negara untuk menganeksasi negara lain.

"Karena Indonesia penganut politik bebas aktif, maka juga seharunya Saudara Mahfudz, sebagai Ketua Komisi I DPR, mencegah terjadinya peperangan agar kedamaian abadi sebagaimana cita-cita bangsa bisa terwujud," kata Sekjen Ahlul Bait Indonesia (ABI), Ahmad Hidayat, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 6/9).

Ahmad mengingatkan, peperangan tidak akan menyelesaikan persoalan kecuali mendatangkan derita bagi manusia dan kemanusiaan. Dan terutama lagi, dukungan Mahfudz atas serangan militer satu negara kepada negara lain itu bertentangan dengan Pancasila dan melanggar UUD 1945.


Soal pertikaian internal di Suriah antara pemberontak dengan pemerintahan Assad, Ahmad menegaskan bahwa ini terjadi karena provokasi AS dan Israel. Dan alasan utama AS mau menyerang Suriah karena pemerintahan Assad mendukung pejuang Hamas di Palestina dan Hizubullah di Libanon.

"Dan ini yang mengherankan. Suriah yang berada di pihak pejuang Palestina justru dimusuhi oleh negara-negara Arab hanya karena negara-negara Arab itu tunduk pada kehendak politik AS dan Zionis Israel. Inilah mengapa dukungan Saudara Mahfudz kepada AS ini sebagai ironi, apalagi kita tahu akibat penyerangan ini yang akan menjadi korban terbesar adalah umat Islam," demikian Ahmad. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya