Berita

ilustrasi/net

Jimac Berhasil Tarik Investor Asing

RABU, 04 SEPTEMBER 2013 | 19:26 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sebagai distributor tunggal produk alat berat Sany Group di Indonesia, PT Jakarta International Machenery Centre (Jimac), dalam dua tahun ini, bukan saja mampu meningkatkan populasi alat berat melebihi 500 unit, tapi juga memberikan kontribusi investasi sebesar 200 juta dolar AS untuk pembangunan pabrik di Indonesia.

Menurut chairman PT Jimac Perkasa, Benny Kurniajaya, komitmen Sany Group-Jimac sebagai produsen alat berat terbesar di China membangun pabrik di Indonesia telah mendorong minat investor luar negeri berinvestasi di Indonesia merupakan prestasi yang patut di apresiasi pemerintah. Kondisi ini membuktikan Indonesia tetap menjadi negara yang aman bagi investor luar negeri, membuka kesempatan kerja serta multiplier efek ke berbagai sektor pembangunan yang ada di dalam negeri.

"Meski perekonomian global sedang dilanda krisis dan Indonesia terkena imbas dari fluktuasi nilai tukar rupiah, apa yang dilakukan Jimac Group bukan semata-mata memasarkan penjualan alat berat, tapi memberikan kontribusi kepada pemerintah menarik investor asing serta mengekspor kebutuhan alat berat ke negara lain yang bisa mendatangkan devisa bagi pembiayaan pembangunan di Indonesia," ungkap Benny Kurniajaya di sela-sela Building&Infrastrukture Indonesia 2013, The 17th International Series of Building, Construction and Infrastructure Development Exhibition di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta (Rabu, 4/9).


Melalui pembangunan pabrik alat berat, lanjutnya, Sany Group di kawasan Cengkareng ini akan membuka kesempatan kerja karena pabrik alat berat mulai beroperasi pada awal 2015 mendatang. Dan pembukaan pabrik alat berat Sany-Jimac Group ini sekaligus membuktikan kepada dunia internasional bahwa Indonesia mampu menjadi negara produsen alat berat, bukan mengimpor alat berat dari luar negeri lagi.

Benny Kurniajaya menambahkan, Jimac Group merupakan dealer tunggal Sany dengan bendera PT Jimac Perkasa dan PT Konstruksi Indonesia Machinary (PT KIM) yang baru berjalan dua tahun, dan telah membuktikan kemampuannya sebagai satu-satunya perusahaan di Indonesia yang pertama memproduksi alat berat, sehingga Indonesia tidak lagi tergantung pada luar negeri. Apalagi produk alat-alat berat Sany Group sudah teruji mengekspor ke negara-negara seperti Amerika, Jepang dan Eropa yang selama ini dikenal sebagai negara yang memproduksi alat berat. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya