Berita

gita wirjawan/net

Gita Wirjawan Cuma Pandai Mencari Simpati!

RABU, 04 SEPTEMBER 2013 | 15:14 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Menteri Gita Wirjawan begitu percaya diri tampil di berbagai iklan untuk menjadi Presiden. Padahal, fakta mencatat, untuk urusan kedelai saja Gita gagal. Bahkan Gita gagal memenuhi pasokan kedelai dari luar yang menjadi tanggungjawabnya.

Menurut pengamat ekonomi-politik, Ichsanuddin Noorsy, penampilan Gita yang tampil begitu percaya diri itu tidak mengherankan. Sebab, sebagaimana "anak-anak asuhan Paman Sam" lainnya, Gita hanya pandai mencari simpati dengan menggunakan jabatan yang diberikan oleh SBY. Jabatan itu pun sama sekali tidak digunakan untuk memberi manfaat pada publik, sebab faktanya mereka adalah anak-anak asuh yang menetek pada asing, khususnya AS.

Ichsanuddin mencatat, pada 2009 lalu, ia sempat berdebat dengan orang-orang SBY. Ia misalnya berdebat dengan Andi Mallarangeng, dan saat itu Andi dengan percaya diri mengutip majalah Time, bahwa Indonesia akan menyusul India yang sudah maju. Belakangan, banyak pula orang-orang yang terkagum-kagum dengan perekenomian Indonesia dan terkagum-kagum dengan posisi Indonesia yang naik kelas menjadi bagian negara G-20. Padahal fundamental ekonomi Indonesia sangat rapuh.
 

 
"Terbukti, ketika kita dipukul oleh gejolak pangan, dipukul oleh gejolak nilai tukar, kita terseok-seok dan tidak bisa berbuat apa-apa," kata Noorsy kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 4/9).

Kekesalan Noorsy semakin memuncak bila ia turun ke berbagai daerah untuk menjadi panelis dalam beberapa pilkada. Saat turun itu, ia bukan hanya datang ke kota, melainkan juga melihat langsung ke pelosok desa. Di pelosok-pelosok itulah ia  menyaksikan langsung betapa sumber daya alam Indonesia dieksploitasi sedemikian rupa, dan tak menyisakan apa-apa buat rakyat.

"Dan yang menjadi pemeras sumber daya alam itu adalah orang-orang yang menduduki jabatan saat ini, namun tak peduli dengan kepentingan nasional," imbuhnya. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya