Berita

jokowi/net

Mungkinkah PDI Perjuangan Melepaskan Belenggu Jokowi...

RABU, 04 SEPTEMBER 2013 | 10:02 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kampanye Joko Widodo di beberapa pilkada di berbagai daerah tidak menghasilkan apa-apa. Kehadiran Jokowi di Sumatera Utara, Jawa Timur, dan belakangan di Tangerang misalnya, tidak terlalu mendongkrak perolehan suara sang kandidat.

Bagi sementara orang, ini merupakan fakta baru bahwa apa yang disebut dengan Jokowi Effect sudah memudar dan sirna. Ada juga yang menilai bahwa pamor Jokowi kian merosot seiring dengan berjalannya waktu, dan kasus di Jakarta menunjukkan bahwa Ahok ternyata lebih bisa diandalkan untuk mengatasi persoalan.

Namun hal lain juga menunjukkan sebaliknya. Berdasarkan survei beberapa lembaga yang digelar secara berkala, posisi Jokowi tetap berada di puncak elektabalitas.


Sepertinya dua fenomena ini menandakan satu hal. Pertama, kemenangan Pilkada di daerah kecil sekali keterkaitannya dengan kehadiran Jokowi. Ada banyak faktor yang melingkari pilkada di daerah, seperti kandidat yang disodorkan kepada publik dan efektifitas mesin partai.

Tanda kedua, Jokowi tidak cukup efektif mengajak publik memilih orang lain. Jokowi hanya menjadi "sinar yang berkilau" bila ia sendiri yang menjadi peserta pemilihan.

Melihat fenomena seperti ini, sepertinya PDI Perjuangan harus mulai berpikir ulang untuk kembali menghadirkan Jokowi di beberapa pilkada. Kehadiran Jokowi yang dinilai tidak berdampak apa-apa oleh sementara kalangan ini justru akan merusak citra Jokowi sendiri.

Kedua, tanpa Jokowi, PDI Perjuangan bisa mengukur diri dan mengevaluasi diri sejauh mana mesin partai itu berjalan dan efektif, terutama menghadapi Pemilu 2014. Tentu saja di saat yang sama, PDI Perjuangan juga harus mempertimbangkan figur yang disodorkan dalam Pilkada. Jangan sampai juga, gara-gara memilih figur dalam pilkada yang tidak pas sesuai dengan aspirasi kader di bawah, kapal untuk menghadapi Pemilu 2014 pecah sebelum berlayar.

Dari sisi ini, PDI Perjuangan harus kembali ke garis perjuangan partai. Jokowi tak bisa dikapitalisasi sebagai simbol PDI Perjuangan. Bagaimanapun bila ini terus dibiarkan, bisa-bisa mesin PDI Perjuangan rusak di kemudian hari.

Bagaimanapun, kekuatan utama PDI Perjuangan ada di ideologi partai sebagaimana penilaian sejumlah pengamat. Karena itu, PDI Perjuangan harus mulai mengikis personifikasi partai ke dalam sosok Jokowi, dan lebih baik kembali menonjolkan identitas partai. Yaitu identitas partai yang merawat pluralisme, memperjuangkan wong cilik, serta bertekad membangun ekonomi yang mandiri sebagaimana seringkan diungkapkan.

Dengan identitas partai ini, PDI Perjuangan bisa menawarkan kepada publik bahwa partai ini bisa melahirkan seribu Jokowi. Namun bila selalu dan hanya Jokowi yang ditonjolkan, bisa-bisa eksistensi partai ini terpendam dalam sosok Jokowi. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya