Berita

SURAHMAN HIDAYAT/NET

BUKU BERBAHASA KASAR

PKS: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Bebal!

RABU, 04 SEPTEMBER 2013 | 07:37 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ditemukannya bahasa yang tidak pantas yang termuat dalam buku referensi pelajaran Bahasa Indonesia, kelas 7 SMP, yang kini beredar di beberapa daerah membuktikan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali teledor.

Demikian disampaikan anggota dari Komisi X dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Surahman Hidayat, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 4/9).

"Kemdikbud bebal, tidak pandai ambil pengalaman dari kasus-kasus sebelumnya, dimana banyak ditemukan kasus buku-buku pelajaran yang berisi konten porno," sesal Surahman.


Seharusnya, lanjut Surahman, kejadian-kejadian seperti menjadi cambuk agar Kemdikbud lebih selektif dalam memproduksi buku pelajaran. Surahman pun semakin prihatin karena buku ajar ini adalah buku Kurikulum 2013, yang merupakan proyek nasional.

"Sensus Kurikulum 2013 belum dilaksanakan sudah ditemukan di lapangan permasalahan seperti ini. Kasus ini menjadi tragedi besar bagi pendidikan nasional, dan  jelas tidak bisa di diamkan," tegas Surahman.

Bahasa kasar dalam buku yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu muncul di cerpen halaman 220-225.  Dalam cerpen itu ada kata-kata yang tidak patut dan tidak pantas untuk dibaca oleh siswa, seperti "Bangsat! Kurang ajar! Bajingan! Sambar gledek lu!".

Selain kata-kata kasar, dalam buku itu terdapat kalimat ancaman yang diucapkan oleh seorang polisi desa. Seolah-olah mencerminkan bawa aparatur pemerintah dan polisi yang seharusnya mengayomi masyarakat, dalam buku tersebut dipersonifikasi sebagai tokoh yang memiliki karakter mudah marah, mengabaikan persoalan warga, gampang mengancam, suka menghardik dan tidak mau menerima pengaduan warga. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya