Berita

Bachtiar Effendy/net

Politik

Prof Bachtiar Effendy: Konvensi Bagus Karena Beri Kesempatan Capres Potensial

SELASA, 03 SEPTEMBER 2013 | 22:49 WIB | LAPORAN:

Konvensi calon presiden yang sedang digelar Partai Demokrat disambut baik oleh pengamat politik sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah, Prof Bachtiar Effendy.

Menurutnya, konvensi akan memberikan kesempatan bagi capres potensial dari luar partai agar bisa bertarung di pilpres 2014 nanti.

"Bagus konvensi itu, karena memberi kesempatan buat ocapres potensial dan orang yang tidak dimajukan oleh partainya, jadi bisa dicalonkan. Karena sekarang inikan partai punya calonnya sendiri-sendiri, jadi orang-orang baik yang nggak punya partai nggak bisa. Nah, konvensi membuka jalan untuk calon-calon ini, " ujarnya seusai diskusi bertajuk "mewujudkan Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur dalam prespektif demokrasi, toleransi dan hak asasi", di FISIP UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Selasa siang (3/9).


Bachtiar juga menampik pendapat banyak kalangan yang menyebut bahwa para peserta konvensi adalah kelas rendah atau kelas C.

"Tidak dong, kan ada pak Mahfud MD, dia kan bukan calon C, ya walaupun menolak tetap bukan karena itu tapi karena mungkin ada pertanyaan-pertanyaan yang tidak dia temukan jawabannya di Partai Demokrat," terangnya.

Jadi untuk konvensinya sendiri, sambung Bachtiar adalah suatu hal yang positif dalam menjaring capres untuk 2014 nanti. "Sebab kalau nggak ada konvensi, ya mau ikut siapa capres-capres yang nggak ada partainya itu?" tanya dia.

Soal peluang Mahfud MD dari capres partai lain, Bachtiar belum mau berkomentar karena masih terlalu dini.

"Ya pak Mahfud kan akarnya dari PKB jadi terserah PKB mau calonkan dia apa nggak,  Jokowi juga kan tergantung Megawati, belum jelas, capres-capres lain juga belum jelas karena mereka menunggu hasil pemilu legislatif. Jadi nantilah," tutupnya. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya