foto: net
foto: net
Mulai dari disebut sebagai konvensi abal-abal, hingga para pesertanya yang disebut sebagai tokoh "divisi tiga". Bahkan, analis politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, menyebut, sebagian besar peserta konvensi termasuk dalam golongan tengah alias memiliki nilai C. Mereka tidak familiar di telinga masyarakat.
"Tidak apa-apa. Mungkin popularitasnya saja kurang. Yang kita cari kan kemampuan, bukan sekadar popularitas," terang Irman ketika ketika ditemui usai mengisi kuliah umum Lecturer Series on Leadership in Politics, di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Selasa siang (3/9).
Populer
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09
Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15
Senin, 19 Januari 2026 | 15:23
Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35
Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15
UPDATE
Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17
Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11
Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06
Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56
Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53
Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48
Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37
Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35
Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29
Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16