Berita

ilustrasi

Bisnis

Proyek Tol Ngarep Dana Talangan Dari Pemerintah

SELASA, 03 SEPTEMBER 2013 | 09:35 WIB

Perkembangan investasi jalan tol di tanah air belum berjalan sesuai harapan. Karena itu, dibutuhkan terobosan kebijakan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ataupun Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Pengamat Transportasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Danang Parikesit mengatakan, saat ini ada dua persoalan yang perlu dipecahkan pemerintah untuk mempercepat investasi jalan tol.

Pertama, pemerintah harus mampu memberikan garansi bagi perbankan agar bisa mencairkan dananya, meski lahan belum tuntas maksimal 90 persen sesuai aturan.


“Perlu adanya goverment guarantee (garansi pemerintah) bagi perbankan, agar investor segera melaksanakan proyek dengan dukungan dana perbankan, tanpa harus menunggu lahan bebas semuanya,” kata Danang, kemarin.

Sebab, tidak bisa dipungkiri, di lapangan masih banyak ditemui tanah proyek tol yang tersedia baru 5 persen, atau 10 persen dari ruas yang ada. Dengan begitu, konstruksi tidak bisa langsung dikerjakan karena harus menunggu dana perbankan cair.

“Tidak ada niat pembebasan tanah hanya secuil-secuil saja, pasti inginnya tuntas semua. Jadi perlu terobosan baru, tidak begini-begini saja, karena pihak investor sebenarnya ingin proyeknya perlu segera untuk kelar. Sebab, semakin proyeknya molor, butuh biaya lebih tinggi,” tuturnya.

Terobosan lain, menurut anggota Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) ini, perlunya mendorong peran Badan Investasi Pemerintah (BIP) untuk turut membantu memberikan dana talangan dalam pembebasan tanah.  Nantinya, apabila pembebasan tanah telah mencapai 90 persen, baru mendapat penggantian dari pemerintah.

“Komitmen Kementerian PU sudah jelas ingin proyek tol cepat berjalan, tapi tidak hanya itu menyangkut pula kebijakan Kementerian Keuangan terkait dana talangan ini. Bisa memanfaatkan dana talangan BIP baru di-refinancing,” tuturnya.

Mengenai investasi jalan tol yang masih di bawah skala keekonomian, Danang menyatakan, pemerintah harus mampu menjamin pengembalian investasinya. Seperti di Korea, diberikan revenue guarantee.

Direktur Keuangan PT Citra Marga Nusaphala Persada, Indrawan  Sumantri mengungkap rencananya  untuk melebarkan ruas tol Jakarta Intra Urbans Toll (JIUT) yang hampir dilakukan seluruh ruas tol yang dikelolanya. “Pelebaran JIUT kalau bisa tahun ini kita kerjakan,” tuturnya.

Menurut Indrawan, saat ini perseroan sedang mengaji rencana pelebaran ruas JIUT ini dengan pemerintah dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).  Total kebutuhan dana diperkirakan mencapai Rp 5 triliu. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya