Berita

saurip kadi/net

Saurip Kadi Mau Kasus GCM Jadi Pilot Project Perbaikan Tata Kelola Pajak Apartemen

SELASA, 03 SEPTEMBER 2013 | 09:18 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Persoalan warga di Apartemen Graha Cempaka Mas (GCM) terus berlanjut. Hal ini terkait dengan iuran listrik, tagihan air dan service charge kepada pengelola GCM.

Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi, yang membentuk Forum Komunikasi Warga (FKW), memastikan bahwa warga di Apartemen GCM merasa dipermainkan dan ditipu oleh pengelola GCM, yaitu PT Duta Pertiwi. Karena itu ia dan warga akhirnya membentuk FKW.

Saurip Kadi pun menyesalkan pernyataan anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Demokrat, Ahmad Husein Alaydrus. Apalagi Alaydrus menyebut ia sebagai makelar kasus, dan bukan penghuni GCM.


"Dia tidak tahu, saya ini penghuni disini. Tanya saja sama warga. Alaydrus itu tidak tahu apa-apa persoalan disini dan ia diperlarat saja oleh Duta Pertiwi, setelah mereka memperalat Ahok gagal," ungkap Saurip Kadi, Senin malam (2/9).

"Saya heran, kok masih ada Anggota DPRD  bicara tapi tidak tahu persoalan, tidak baca UU dan tanpa data, tidak membela rakyat yang didzalimi, malah jadi corong mafia," sambungnya lagi.

Menurut Saurip Kadi, ada banyak daftar kejahatan Duta Pertiwi yang jelas-jelas melanggar hukum dan tidak bisa lagi ditolerir oleh warga GCM. Semua itu dilakukan untuk melindungi tindak penggelapan dan penipuan yang selama belasan tahun dilakukan semena-mena terhadap puluhan ribu warga penghuni kawasan GCM. Warga pun dipaksa membayar iuran listrik, tagihan air dan service charge kepada pengelola GCM.

Saurip Kadi mengatakan bahwa Duta Pertiwi melanggar kesepakatan tripartit yang dibuat oleh Kepala Dinas Perumahan DKI, dengan tetap ngotot mengadakan Rapat Umum Tahunan Anggota (RUTA) secara sepihak. RUTA ini pun dibikin dengan aturan main yang dibuat untuk mengamankan kepentingan Duta Pertiwi dan mengerahkan orang-orang bayaran yang diberi surat kuasa abal-abal sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

"RUTA tanggal 30 Agustus malam itu batal digelar sebab saat Ketua PPR membuka acara sudah langsung diserbu pertanyaan dari warga dan dia tidak bisa menjawab pertanyaan warga yang paling sederhana sekalipun.  Jadi tidak ada kisruh-kisruh itu tidak. Polisi saja ada disana kok," ungkap Saurip Kadi.

"Kita perlu pilot project perbaikan tata kelola pajak apartemen. Dan kita mulai dari GCM ini," demikian Saurip Kadi, yang mengatakan bahwa Duta Pertiwi juga mulai merekayasa orang-orang di Ditjen Pajak.

Karena itulah, ungkap Saurip Kadi lagi, warga melaporkan Duta Pertiwi dan PPRS GCM ke Bareskrim Mabes Polri. Pelaporan tersebut dilakukan atas tindak pidana kejahatan penipuan, penggelapan, pemalsuan, PPN tanpa faktur, dan lain-lain yang dilakukan Duta Pertiwi dan PPRS GCM sejak 1996. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya