Berita

sabam sirait/net

Politisi Senior: Perubahan Nama Jalan Medan Merdeka Tak Terlalu Penting

SENIN, 02 SEPTEMBER 2013 | 10:30 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Polemik perubahan nama jalan Medan Merdeka terus bergulir. Wacana ini pun menjadi bahan perbincangan di kalangan aktivis dan bahkan sejarawan.

Menurut politisi senior PDI Perjuangan, Sabam Sirait, perdebatan soal perubahan nama empat jalan yang mengitari Lapangan Monas itu tidak terlalu signifikan diperdebatkan. Sebab ada banyak hal lain yang lebih penting untuk dipibincangkan dan menjadi wacana publik.

"Nama Jalan Soekarno (untuk mengganti jalan Medan Merdeka Utara) atau nama Jalan Mohammad Hatta (untuk mengganti Jalan Medan Merdeka selatan) itu saya setuju-setuju saja. Tapi buat apa? Nama Soekarno-Hatta sudah ada jadi nama Bandara dan juga di Bandung," kata Sabam Sirait kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (senin, 2/9).


Bila mau serius mengenang jasa-jasa Soekarno, lanjut Sabam, jauh lebih penting dengan membuat buku soal Soekarno. Misalnya membuat buku yang berisi tentang perjuangan Soekarno serta nilai-nilai dan gagasan Bung Karno yang bisa diterapkan untuk mengisi Kemerdekaan dan menjadi pegangan bagi generasi muda.

Apalagi, lanjut Sabam, bila ada juga usulan untuk mengubah jalan Medan Merdeka Barat menjadi jalan Soeharto dan mengubah nama Jalan Medan Merdeka Timur menjadi Jalan Ali Sadikin. Bagaimanapun, posisi Soeharto masih menjadi pro dan kontra di publik.

"Bukan hanya PDI yang menjadi korban kekejaman Soeharto, tapi juga rakyat secara umum. Saya kira banyak rakyat juga akan menolak," ungkap Sabam.

Soal Ali Sadikin, Sabam mengatakan bahwa ia dekat dengan Ali. Namun sepengetahuannya, Ali Sadikin sama sekali tidak pernah mau namanya menjadi jalan.

"Kalau mau pakai nama Ali Sadikin, pakai saja satu ruangan yang besar di balaikota dengan nama Ali Sadikin," ungkap Sabam.

Sabam mengingatkan bahwa jalan Merdeka itu sudah sangat tepat. Sebab hal itu akan mengingatkan akan perjuangan kemerdekaan melawan penjajahan. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya