Berita

syahganda nainggolan/net

Ketua Dewan Syura PPMI: Apakah Kita Akan Diam Saja atas Kondisi Suriah?

SENIN, 02 SEPTEMBER 2013 | 08:29 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pada Kamis kemarin (29/8), Parlemen Inggris sudah secara resmi menolak rencana Perdana Menteri David Cameron untuk melakukan intervensi militer pada Suriah.

Sementara pada tanggal 9 September mendatang, Kongres Amerika Serikat (AS) akan mengambil suara melalui mekanisme voting terkait intervensi militer di Suriah.

Pemerintah AS sendiri sudah menuding pemerintah Bashar Assad telah menggunakan senjata kimia untuk menghentikan kelompok pemberontak. Padahal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) masih menginvestigasi persoalan senjata kimia ini sebab tak menutup kemungkinan senjata ini justru digunakan oleh pemberontak, untuk semakin menyudutkan Assad. Namun sayang, kata Obama, untuk menyerang Suriah, AS tak butuh keputusan Dewan keamanan PBB.


Terkait rencana AS ini, para remaja dan anak-anak di berbagai penjuru dunia, sudah menggelar aksi "No War with Syiria". Mayoritas demonstran ini adalah orang-orang berkulit putih yang cinta perdamaian.

Namun sayang, kata Ketua Dewan Syura Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) 98, H Syahganda Nainggolan, demo serupa tidak terjadi di Indonesia. Padahal Pembukaan UUD 1945 sudah jelas menuntut Indonesia untuk menjaga perdamaian dunia.

"Mengapa kita diam? Apakah kita akan diam saja? Di Indonesia, ummat Islam kurang bersuara karena isu yang diterima adalah rezim Syiah Assad membunuhi oposisi yang Sunni," kata Syahganda dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 2/9).

"Dalam nalar yang bijak, kita harus bertanya apakah penyerangan Amerika atas Syiria langkah benar dan baik? Apakah ada contoh invasi Amerika yang baik? Misalnya di Irak, Afganistan? Apakah invasi itu dibiarkan menjadi sesuatu yang benar?" tanya Syahganda lagi.

Syahganda mengingatkan bahwa Irak telah hancur berkeping-keping dalam invasi AS, dan ternyata alasan senjata nuklir Saddam tak pernah ada. Begitu juga dengan Afganistan, yang sudah menjadi negara mati di bawah kontrol AS.

"Karena perang bukan Solusi. Perang akan semakin membuat situasi buruk menjadi lebih buruk lagi," demikian Syahganda. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya