. Berdasarkan hitung cepat (quick count) beberapa lembaga survei, pasangan nomor urut 5 Arief R. Wismansyah-Sachrudin yang diusung Partai Demokrat menang telak dengan perolehan suara hingga mencapai 48,04 persen dalam Pilkada Kota Tangerang. Selain mengalahkan empat pasangan lainnya, Arief R. Wismansyah-Sachrudin juga berpeluang menang satu putaran.
Perolehan suara berikutnya disusul pasangan nomor urut 2 Abdul Syukur-Hilmi Fuad 26,74 persen, pasangan nomor 3 Dedi "Miing" Gumelar-Suratno Abu Bakar 17,54 persen, pasangan nomor 1 Harry Mulya Zein-Iskandar 5,69 persen, dan pasangan nomor 4 Ahmad Marju Kodri (AMK)-Gatot Suprijanto 1,99 pesen. Pasangan Arief R. Wismansyah-Sachrudin yang didukung Partai Demokrat, PKB dan Gerindra hanya kalah di Kecamatan Ciledug.
Calon Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah mengaku gembira dengan hasil perolehan suara versi quick count.
"Ini luar biasa. Kemenangan ini adalah kemenangan rakyat. Mari kita bersama-sama membangun Kota Tangerang tanpa melihat perbedaan. Dengan sinergi yang baik, kota ini akan berkembang pesat seperti yang kita harapkan bersama," jelas Arief, di kediamannya di Karawaci, Tangerang (Minggu, 1/9).
Humas Indo Survey & Strategy (ISS), Herman Dirgantara, lembaga konsultan strategi pemenangan yang mendampingi pasangan Arief R. Wismansyah-Sachrudin menyatakan kemenangan tersebut memperlihatkan bagaimana cantiknya strategi politik yang dimainkan. Padahal, publik tahu sebelumnya Arief R. Wismansyah menghadapi banyak manuver dari lawan politik atau pihak-pihak yang tidak berkepentingan lantaran melihat potensi kemenangan Arief begitu besar.
"Akibatnya, banyak manuver yang mencoba mengganjal Arief untuk bisa maju," ulas Herman.
Namun, lanjut Herman, berkat strategi yang jitu dan kerja tim yang maksimal, manuver lawan main yang sudah mengarah "main kayu" tersebut mampu dilalui. Jika sebelumnya pasangan Arief-Sachrudin dinyatakan gagal oleh KPUD setempat, namun berkat perjuangan pasangan ini dan timnya, akhirnya dinyatakan lolos sebagai pasangan Calon Walikota Tangerang. Bahkan, akhirnya kondisi berbalik. Sebagai "korban" yang terdzolimi, elektabilitas dan popularitas Arief R. Wismansyah terus meroket jauh meninggalkan pasangan calon walikota lainnya.
Di arena politik, lanjut Herman, segala sesuatu bisa berubah drastis hingga 180 derajat hanya dalam hitungan detik. Dan itu juga yang terjadi di Pilkada Kota Tangerang.
"Meski masih hasil
quick count, tapi saya yakin hasil ini tidak akan jauh berbeda dengan hasil resmi KPUD nanti. Dan inilah kemenangan rakyat. Karena saat pasangan ini menjadi bulan-bulanan manuver, sebagian besar masyarakat bereaksi dengan memberikan dukungan," demikian Herman
. [ysa]