Berita

ilustrasi/net

Pamor Konvensi Demokrat Melorot Karena Hanya Diikuti Capres Divisi 3

JUMAT, 30 AGUSTUS 2013 | 09:51 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bukan hanya tak menarik, Konvensi Demokrat juga memunculkan sejumlah pertanyaan di benak publik.

Hal ini terjadi karena yang menyatakan mundur dari Konvensi adalah tokoh-tokoh yang berpengaruh dan juga dikenal baik integritasnya. Sebut saja misalnya, Jusuf Kalla, Mahfud MD dan Rustriningsih.

"Konvensi Demokrat yang mensyaratkan harus menjadi anggota Partai Demokrat jika terpilih sudah menjadi persoalan sejak awal dan kontradiktif dengan usaha Demokrat merangkul tokoh masyarakat yang populer dari eksternal demokrat," kata pengamat politik dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Adjie Al Faraby, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 30/8).


Selain itu, katanya, sistem pengambilan keputusan di Partai Demokrat yang cenderung oligarkis dan terpusat pada SBY memunculkan pertanyaan oleh calon peserta konvensi maupun publik. Misalnya, sejauh mana kewenangan SBY mengintervensi keputusan pencapresan dalam Konvensi

Adjie menyimpulkan, mundurnya Jusuf Kalla, Mahfud MD dan Rustriningsih membuat Konvensi Demokrat kurang pamor. Sebab Konvensi hanya diikuti oleh capres divisi 3 yang popularitasnya masih di bawah 50 persen, dan elektabilitas masih di bawah 5 persen

Capres divisi 3 yang dimaksud Adjie ini adalah Anies Baswedan, Marzuki Allie, Endriartono Sutarto, Hayono Isman, Harry Sinyo Sarundayang, Dahlan Iskan, Gita Wiryawan, Dinno Pati Jalal, Ali Maskur Musa, Irman Gusman dan Pramono Edhi Wibowo. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya