Berita

ari junaedi/net

Hilang Sudah Daya Tarik Konvensi Demokrat...

JUMAT, 30 AGUSTUS 2013 | 09:02 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Mundurnya beberapa tokoh nasional yang dinilai berbobot membuat konvensi Demokrat kehilangan daya tariknya. Kini, Konvensi Demokrat pun tak lebih dari kesebalasan yang bisa disebut sebagai "kesebelasan calon presiden Demokrat idol."

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi, melihat pamor konvensi Demokrat semakin redup usai bintang-bintang unggulan Capres 2014 menolak ikut serta. Nama JK dan Mahfud MD misalnya, yang termasuk potensial bisa mengangkat citra Demokrat lewat konvensi akhirnya mundur. JK sendiri termasuk nama lima besar yang dianggap paling potensial menjadi Capres 2014 versi survei terbaru sebuah harian nasional.

"Saya kira orang sekaliber JK dan Mahfud MD tidak sudi namanya dicatut hanya untuk mendongkrak elektabilitas Partai Demokrat. Justru sikap politik seperti JK dan Mahfud MD, belum lagi keloyalan Rustriningsih terhadap PDIP harus diacungi jempol mengingat tidak ada jaminan konvensi bisa bebas dari intervensi Majelis Tinggi Demokrat," kata Ari Junaedi kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 30/8).


Bagi pengajar Program Pascasarjana di Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta serta Universitas Dr Soetomo Surabaya ini, konvensi Demokrat akan diyakini membawa perubahan politik nasional jika tokoh yang yang dijadikan capres Demokrat adalah sosok yang selama ini bukan orbitan keluarga Cikeas.

"Sekarang, apa mungkin Anies Baswedan bisa menang di konvensi ? Pengalaman Anas Urbaningrum adalah contohnya," sergah Ari Junaedi.

Dari nama-nama yang tersisa, Ari Junaedi sejak awal memprediksikan hanya nama Pramono Edhi Wibowo yang akan melenggang mulus di forum konvensi. Cikeas pasti akan "sreg" jika tongkat estafet kepemimpinan nasional jatuh pada orang terpercaya di partai maupun keluarga.

"Bisa jadi, usai gelaran konvensi akan ada sosok-sosok yang merasa terzolimi. Bisa jadi juga, akan terbentuk Partai Demokrat Perjuangan sebagai partai sempalan yang berisi orang-orang yang merasa terbuang dari Demokrat. Konvensi ini merupakan pertaruhan terakhir dari Cikeas," demikian Ari Junaedi. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya