Upaya Partai Demokrat mencari calon presiden lewat jalan Konvensi di satu sisi patut diapresiasi. Namun demikian, semakin hari konvensi itu semakin tak menarik, terlebih setelah tokoh-tokoh kunci yang keikutsertaan mereka diharapkan dapat mendongkrak kembali nama partai besutan SBY itu menolak untuk ikut.
"Niat Demokrat mencari 'putra mahkota yang hilang' hampir bisa dikatakan tidak atauatau belum tercapai. Sebab tujuan utama Konvensi adalah untuk memperbaiki pencitraan dan mendapatkan 'legitimator' sebagai obat bagi kondisi Demokrat yang terpuruk karena kasus hukum yang melilit sejumlah kadernya," ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Abdullah Rasyid, dalam perbincangan dengan Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Jumat, 30/8).
Peristiwa yang paling mengejutkan dan paling tidak diharapkan Partai Demokrat terjadi kemarin (Kamis, 29/8) ketika Mohammad Mahfud MD mendatangi Wisma Kodel yang dijadikan kantor Komite Konvensi Partai Demokrat untuk membacakan surat penolakannya ikut Konvensi.
Mahfud menyadari bahwa motif di balik Konvensi ini adalah untuk menaikkan elektabilitas Partai Demokrat. Namun sejauh ini tidak ada penegasan soal hak dan kewajiban peserta Konvensi sebelum dan sesudah Konvensi digelar. Terutama, hak bagi yang memenangkan Konvensi, mengingat AD/ART Partai Demokrat menyatakan hal yang berbeda berkaitan dengan penentuan calon presiden dari partai itu.
"Ternyata kandidat yang diharapkan tidak bersedia menjadi peserta konvensi. Jadi sampai sampai saat ini patut kita katakan, tujuan diadakannya konvensi ini gagal," demikian Abdullah Rasyid.
[ysa]