. PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar sayembara anti money politic agar proses demokrasi di Jatim berjalan dengan baik saat pemilihan gubernur Jatim, Kamis besok (29/8).
Menurut Ketua Tim Pemenangan Pasangan Bambang DH-Said Abdullah, Pramono Anung, sayembara ini terbuka bagi kader dan simpatisan maupun masyarakat umum. Sayembara itu berhadiah Rp 2 juta per orang, bagi siapapun yang berhasil menangkap pelaku money politic.
"Pelaku money politic yang tertangkap, akan kami data dan kami serahkan ke Panitia Pengawas atau polisi. Kami ingin proses demokrasi ini tidak diciderai," kata Pramono dalam keterangan di Jawa Timur (Rabu, 28/8).
Selain menggelar sayembara, Pramono juga menyayangkan gerakan operasi senyap dalam pilgub Jatim ini. Parameternya adalah minimnya sosialisasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim. Begitu juga dengan alat peraga yang ada. KPU Jatim juga dinilai memihak salah satu pasangan calon, karena menekankan angka satu dalam iklan mereka.
"Kami sudah mengirim surat secara resmi, terkait penekanan angka satu dalam iklan KPU Jatim. Kami minta iklan ini dihentikan, meski itu adalah proses sosialisasi," terang Pramono.
Pramono juga menyayangkan tidak adanya stempel dalam formulir C1. Tidak adanya stempel ini, memungkinkan adanya manipulasi dalam perolehan suara. Untuk mengatasi hal ini, pihaknya akan memberikan cap jempol, memotret sekaligus mengajak kerjasama saksi dari pasangan lain, agar melakukan hal yang sama.
[ysa]