Berita

misbakhun/net

Pemerintah Harus Bergerak Ambil Berkah di Balik Rupiah yang Melemah

RABU, 28 AGUSTUS 2013 | 19:07 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Nilai tukar rupiah yang melemah atas dolar Amerika Serikat bukan semata sebuah bencana bagi perekonomian Indonesia. Karena itu, pemerintah dan stakeholder perekonomian nasional harus bisa menjadikan momentum tersebut untuk mengembangkan sektor produksi dan kegiatan usaha kecil menengah (UKM).

Demikian disampaikan pengamat kebijakan publik, Muhammad Misbakhun. Menurut Misbakhun, penurunan nilai rupiah memang membuat kaget segelintir pelaku industri besar, importir, dan stakeholder pasar keuangan. Namun di sisi lain, pelaku di produk-produk UKM seperti industri kerajinan dan produk pangan hasil olahan rumah justru diuntungkan dengan situasi itu.

"Karena dengan orientasi pasar ekspor, mereka menikmati berkah karena barangnya dijual dengan harga dolar. Ini berarti, tidak perlu Pemerintah terlalu larut untuk menaikkan nilai rupiah. Justru ini berkah sehingga Indonesia diarahkan mengembangkan sektor produksi," kata Misbakhun, yang juga fungsionaris Partai Golkar, beberapa saat lalu (Rabu, 28/8).


Misbakhun, yang merupakan caleg Partai Golkar dapil Jatim 2 meliputi Pasuruan-Probolinggo, menyatakan Indonesia harus belajar dari serangan AS dan Eropa terhadap Tiongkok yang sengaja mendorong agar kurs mata uang Yuan selalu rendah. Pemerintah Tiongkok pun sengaja melakukan itu demi menjaga pasar bagi barang-barang ekspor warga negaranya yang memang didorong untuk aktif berproduksi.

"Sekarang, tak perlu seperti Pemerintah Tiongkok. Pemerintah Indonesia tak perlu melakukan apapun untuk membuat harga rupiah rendah dibanding dolar. Cukup lakukan shift kebijakan mendorong sektor produksi," beber Misbakhun, yang merupakan mantan anggota DPR itu.

"Sudah cukuplah kebijakan yang membasiskan perekonomian pada konsumsi. Mari dorong rakyat Indonesia menjadi produsen, tak jadi konsumen semata," demikian Misbakun. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya