Berita

susaningtyas/net

Pemerintah Harus Bersikap Tegas pada Tony Abbot yang Merendahkan Rakyat Indonesia

RABU, 28 AGUSTUS 2013 | 07:03 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemerintah Indonesia harus menyikapi rencana Partai Koalisi Australia pimpinan Tony Abbot terkait penyelesaian people smuggle dengan membeli perahu nelayan dan mengiming-imingi warga Indonesia dengan uang untuk memberi informasi.

Demikian disampaikan anggota Komisi I dari Fraksi Hanura, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 28/8).

"Pemerintah Indonesia harus bersikap tanpa terlibat dalam politik domestik Australia," tegas Nuning, panggilan akrab Susaningtyas, yang juga Ketua DPP Partai Hanura bidang Pertahanan dan Informasi.


Pakar intelijen ini menekankan agar pemerintah Indonesia menolak ide Partai Koalisi tersebut karena rakyat Indonesia tidak seharusnya direndahkan oleh ide Tony Abbot.

"DPR juga, khususnya Komisi I, tidak akan menyetujui solusi yang mengintervensi kedaulatan Indonesia, bahkan membuat warga Indonesia bertindak sebagai vigilanti," tegas Nuning.

Bila menang Pemilu Australia, Partai Koalisi pimpinan Abbot berencana menggelontorkan dana sebesar 440 juta dolar Australia untuk membiayai skema pengurangan jumlah imigran gelap yang mencari suaka ke negara itu.

Di antara program dalam skema itu adalah  membeli kapal nelayan RI hingga peluang imigran gelap yang datang melalui Indonesia makin kecil.  Selain itu, Partai Koalisi juga mau memberi uang saku kepada warga di desa-desa sepanjang pantai Indonesia yang memberi informasi soal penyelundupan manusia. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya