Berita

ilustrasi/net

Penerbit: Mestinya Buku Anas Tidak Dilarang

SELASA, 27 AGUSTUS 2013 | 07:13 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Reformasi 1998 telah mengubah wajah demokrasi Indonesia di mata internasional. Indonesia dirasakan semakin demokratis, semakin menghargai perbedaan pendapat dan semakin menghargai keragaman berekspresi.

Pun demikian, Presiden SBY didaulat menjadi pemimpin yang demokratis oleh lembaga-lembaga internasional. Keragaman pendapat di Indonesia pasca Reformasi dihargai dan dihormati karena keragaman itu menjadi ciri dasar negara demokratis.

Dalam konteks Indonesia sebagai negara demokrasi itulah maka Pijar Ilmu menerbitkan buku yang oleh penulisnya, Ma'mun Murod Al-Barbasy diberi judul "Anas Urbaningrum Tumbal Cikeas".


"Munculnya penulis yang menghargai keberagaman seperti Ma'mun Murod ini, akan menentukan masa depan bangsa yang makin baik. Karena itu, karya anak muda seperti Ma'mun Murod ini hendaknya diapresiasi dan didukung oleh pihak manapun," kata Muhammad Rahmad, dari pihak penerbit Pijar Ilmu yang menerbitkan buku Ma'mun Murod tersebut.

Namun, kata Muhammad Rahmad, dalam keterangan tertulis beberapa saat lalu (Selasa, 27/8), pada Minggu kemarin (25/8), pihaknya menerima informasi dari distributor resmi yang akan menyalurkan buku tersebut ke pasar bahwa toko buku ternama dan terbesar di Indonesia tidak bersedia mengedarkan buku tersebut ke publik karena adanya pelarangan dari pihak tertentu. Tentu saja, upaya pembredelan  oleh pihak-pihak tertentu ini adalah kemunduran demokrasi yg mulai terjadi di Indonesia.

"Semestinya tidak perlu ada pelarangan bila menghargai Indonesia sebagai negara yang demokratis. Ini adalah ancaman bagi kebebasan berekspresi dan kebebasan intelektual. Ini adalah lampu merah bagi demokrasi kita, kesurupan kekuasaan otoriter dan feodalistik," tegas Muhammad Rahmad. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya