Berita

DRADJAD H WIBOWO/NET

Bisnis

DINAMIKA EKONOMI INDONESIA

Dradjad H Wibowo: Amien Rais dan Hatta Rajasa Tidak Bertentangan!

SABTU, 24 AGUSTUS 2013 | 09:12 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sepertinya pandangan antara Ketua MPP Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais dengan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa soal perekonomian Indonesia cukup berbeda dan bertolakbelakang satu sama lain.

Amien Rais misalnya, saat menyampaikan pidato di acara Milad PAN ke-15 di JCC, Senayan, Jumat malam (23/8), menyebut bahwa ekonomi Indonesia hancur-hancuran. Dalam acara yang sama, Hatta Rajasa menyebut bahwa ekomoni berkembang maju di era pemerintahan SBY ini.

Dalam pandangan Wakil Ketua Umum PAN yang juga ekonom senior, Dradjad H Wibowo, sejatinya tidak ada pertentangan antara Amien dan Hatta dalam menilai perekonomian Indonesia. Sebab perekonomian Indonesia sekarang ini ibarat mobil dengan dua set roda yang lari dengan kecepatan berbeda. Roda depan berlari sangat kencang, sementara roda belakang berlari lambat, bahkan kadang-kadang macet.


"Mudahnya, terdapat dualisme dalam perekonomian kita. Akibatnya adalah ketimpangan pendapatan yang semakin besar antar- sesama rakyat Indonesia. Ini terlihat dari gini ratio yang naik dari sekitar 0.32-0.36 jaman bu Mega menjadi 0.41 jaman SBY," kata Dradjad dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 24/8).

Roda depan, Dradjad melanjutkan, adalah perumpamaan bagi rakyat Indonesia yang menikmati pertumbuhan ekonomi cepat. Contohnya adalah mereka yang mendapat rejeki dari tambang migas dan mineral, atau yang bergerak di sektor keuangan, perbankan, telekomunikasi, dan perdagangan. Mereka adalah yang mendapat "perlakuan khusus" dari oknum pejabat negara, termasuk para mafia, seperti kuota impor, blok migas, dan sebagainya.

Ini, lanjutnya, menimbulkan ledakan kelas menengah, yang antara lain terlihat dari konsumsi. Sebagai contoh, kepemilikan mobil tahun 2000 masih sekitar 3 juta, atau tepatnya 3.038.913, sementara pada tahun 2011 sudah naik tiga kali lipat menjadi 9,5 juta, atau tepatnya 9.548.866). Begitu juga dengan kepemilikan motor yang pada tahun 2000 mencapai 13,6 juta, atau tepatnya 13.563.017, naik lebih dari lima kali lipat pada tahun 2011 menjadi 68,8 juta, atau tepatnya 68.839.341). Contoh lain,  adalah jumlah telepon seluler yang diperkirakan mencapai lebih 250 juta, dengan smartphone lebih dari 18 juta.

Sementara roda belakang, Dradjad melanjutkan, adalah kelompok rakyat banyak, khususnya yang tergolong miskin. Dalam data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2013 misalnya, tercatat ada 28, 07 juta penduduk Indonesia yang tergolong miskin. Namun data BPS ini juga banyak diragukan, seperti jika dicek silang dengan target penerima bantuan langsung pemerintah. Dan bila menggunakan kriteria internasional dengan 2 dolar AS per kapita per hari, maka jumlah penduduk miskin Indonesia diperkirakan masih 60 juta lebih.

Bahkan, masih kata Dradjad, dengan rupiah yang anjlok sekitar 15 persen, jumlah penduduk miskin dipastikan melonjak drastis. Dan bila data resmi BPS tidak menunjukkan jumlah penduduk miskin di atas 30 juta, maka ini akan semakin rusak kredibilitas BPS. Apalagi inflasi year on year per Juli 2013 sudah mencapai 8.61 persen. Singkat kata, secara riil terjadi lonjakan drastis jumlah penduduk miskin. Belum lagi sektor produksi Indonesia yang makin tertinggal dan ini terbukti dari defisit perdagangan pada banyak sektor seperti pangan dan telekomunikasi. Belum lagi juga dominansi asing dalam sumber daya pertambangan dan banyak sektor lainnya.

"Jadi Pak Amien dan Bang Hatta berbicara tentang mobil yang sama secara utuh. Pak Amien fokus pada bagian roda belakang, Bang Hatta roda depan. Tugas kader PAN untuk membuat roda belakang dan depan berjalan harmonis sehingga rakyat lebih sejahtera," demikian Dradjad. [ysa]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya