Berita

Moh Jumhur Hidayat/net

Politik

Aktivis 80 Dukung Terus Jumhur Maju Sebagai Capres

JUMAT, 23 AGUSTUS 2013 | 06:14 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Meski akhirnya tidak diundang sebagai salah satu kandidat Calon Presiden dari Partai Demokrat, Tokoh Muda Angkatan '80 Moh Jumhur Hidayat  tetap didukung untuk terus maju sebagai Calon Presiden dari jalur di luar Partai Demokrat.  

Dukungan kepada Jumhur yang juga menjabat sebagai Kepala BNP2TKI diberikan oleh beberapa tokoh-tokoh Aktivis Angkatan '80-an pada saat Halal Bihalal Aktivis Gerakan Angkatan 80-an yang digelar di Cafe Resto, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Diantaranya hadir Beathor, Bursah Zarnubi, M.Thoriq, Agus Lenon, Imran Zein Rolasdan Mulyana W. Kusumah.

Menurut Beathor Suryadi, Angkatan 80 bangga dengan adanya tokoh Angkatan 80 yang kini masuk di Kabinet Gotong Royong Jilid Dua yaitu Moh Jumhur Hidayat.


"Jumhur orang pemerintah yang ada di pihak kita dan paham betul tentang masalah kerakyatan," ujarnya, Jumat (23/8).

Beathor yang juga kini menjabat Pergantian Antar Wilayah (PAW) menggantikan  Taufik Kiemas yang telah meninggal dunia beberapa waktu lalu ini mengajak aktivis 80 untuk terus mendukung Jumhur  tokoh yang terus menggerakan perubahan

"Kita dukung Jumhur menjadi Calon Presiden agar cita-cita perubahan yang sedang diusung Jumhur jangan dirampok oleh orang lain," gugahnya.

Senada dengan Beathor, Bursah juga melihat bahwa sosok Jumhur mampu menginspirasi perubahan tatanan perubahan ke arah tatanan demokrasi yang lebih baik dan kesejahteraan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sementara Mulyana Kusumah menambahkan saat ini IndoDia melihat krisis Indonesia tengah menghadapi krisis multidimensi dibidang sosial, energi, pendidikan hingga krisis  kepercayaan terhadap demokrasi.

"Pencalonan Jumhur didukung oleh 6 juta TKI di luar negeri dan elemen buruh, petani, dan elemen-elemen lainnya ditolak oleh Demokrat merupakan bukti adanya manipulasi politik," kata mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum ini.

Mulyana menambahkan, Jumhur tetap punya hak berbicara tentang demokrasi. Termasuk mantan aktivis ITB ini diminta untuk berani  membongkar kepalsuan tentang praktek demokrasi.

Angkatan 80-an adalah para aktivis yang lahir sebagai perlawanan terhadap represifnya rezim orde baru di bawah pimpinan Presiden Soeharto waktu itu. Beberapa tokoh angkatan 80-an ini banyak yang dijebloskan ke penjara termasuk Jumhur Hidayat yang mendekam selama 3 tahun di Pulau Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya