Berita

saleh daulay/net

Saleh Daulay: Semangat Nasionalisme Harus Disyukuri dengan Wewariskannya

RABU, 21 AGUSTUS 2013 | 15:02 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan Indonesia memang selalu menarik untuk dikaji dan didiskusikan. Sebagai negara paling majemuk dari sisi bahasa, budaya, dan agama, nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan ini telah banyak menarik minat para peneliti dari banyak negara. Mereka tentu kagum dengan semangat persatuan dan integrasi bangsa Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh Partaonan Daulay, di hadapan ratusan pelajar Indonesia yang menghadiri Konferensi International pelajar Indonesia di Seiyun, Yaman, Rabu (21/8).

"Selama tiga hari di Yaman ini, sudah ada beberapa orang habib yang bertanya kepada saya soal semangat persatuan kita. Mereka selalu membandingkan dengan sikap 'ashobiyyah (kesukuan) yang begitu besar di Yaman. Bahkan, sikap 'ashobiyyah masing-masing suku disini terkadang lebih kuat dari otoritas pemerintah. Itu pula salah satu sebabnya mengapa sulit menyatukan antara Yaman Utara dan Yaman Selatan," kata Saleh.


Karena itu, lanjutnya, kuatnya semangat nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan yang tertanam di dalam masyarakat Indonesia harus disyukuri. Manifestasi rasa syukur itu harus diwujudkan dengan cara memupuk, membumikan, dan mewariskan semangat itu kepada generasi penerus. Hanya dengan itu, persatuan dan kesatuan bangsa bisa semakin kokoh tertanam di dalam jiwa setiap elemen bangsa.

Nasionalisme kita, lanjut Saleh, bukan tanpa tantangan. Sepanjang sejarah Indonesia merdeka, misalnya, sudah ada beberapa sistem demokrasi yang pernah diterapkan. Pada masa Orde Lama dikenal sistem demokrasi terpimpin, lalu berganti menjadi demokrasi semi otoriter yang dibungkus dengan nilai-nilai Pancasila pada masa Orde Baru. Kemudian sistem demokrasi Indonesia juga telah disempurnakan pada Orde reformasi.

Pergantian dari satu sistem ke sistem yang lain selalu diwarnai dengan gejolak sosial yang banyak menelan korban. Namun, semua elemen bangsa Indonesia tetap bisa duduk bersama dan bersatu padu lagi dengan penuh damai dan rasa persaudaraan.

"Di mana pun kita, semangat nasionalisme  selalu berkobar. Walaupun kita di luar negeri, terbukti kita selalu membuka acara-acara resmi dengan menyanyikan lagu Indonesia raya. Ini adalah komitmen sekaligus bukti bahwa kita cinta Indonesia," demikian Saleh. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya