Berita

habib bahrun/net

LAPORAN DARI YAMAN

Rektor Universitas Al Ahgaff: Indonesia Sudah Toleran Ketika Negara-negara Barat Hanya Membicarakannya

RABU, 21 AGUSTUS 2013 | 13:23 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Islam yang dipraktekkan di Indonesia adalah Islam yang moderat. Islam yang dipraktekkan di Indonesia pun toleran pada kelompok minoritas ketika banyak negara di dunia hanya membicarakan soal hak asasi manusia (HAM) namun berlaku tidak toleran dan diskriminatif pada minoritas.

"Indonesia sudah mempraktekkan toleransi sementara negara-negara Barat hanya membicarakannya," kata Rektor Universitas Al Ahgaff Hadramaut, Prof. Dr. Habib Abdullah Baharun, di hadapan peserta simposium nasional yang digelar Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Yaman (Selasa, 20/8).

Dalam kesempatan ini, sebagaimana disampaikan anggota Komisi I dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Muhammad Najid, yang juga menjadi pembicara, Bahrun menyampaikan makalah dengan tema "Moderatisme Syariat dan Toleransi Islam dalam Kegiatan Dakwah di Negara Majemuk; Meninjau Negara Indonesia sebagai Sampel".


Namun demikian, di tengah praktek demokrasi yang sukses, Bahrun juga mengingatkan Indonesia agar tidak lengah. Sebab tidak mustahil ada berbagai kekuatan global yang sedang mengintai.

Sementara kepada para santrinya, Bahrun mengingatkan agar melek politik dan ikut mengarahkan ummat tanpa terjun langsung ke dunia politik.

Di sela-sela acara simposium itu juga, Najib sempat ditanya oleh Dekan Fakultas Syari'ah Universitas Al Ahgaff, Tarim, Hadramaut, Habib Muhammad bin Abdul Qadir Al Idrus. Pertanyaan Muhammad terkait dengan rahasia di balik kemajuan ekonomi Indonesia saat ini.

Paling tidak, Najib menjawab, kemajuan ekonomi Indonesia karena tiga hal. Pertama karena kekayaan seumber daya alam Indonesia yang subur dan juga hasil tambang yang melimpah. Kedua, sejak Reformasi 1998 sistem meritokrasi berjalan sehingga putra-putra terbaik bangsa muncul ke permukaan, dan menjadi penentu arah pembangunan. Ketiga, adanya stabilitas politik.

"Jadi kombinasi antara kekayaan alam dan kualitas sumberdaya manusia yang ditopang dengan stabilitas politik," jawa Najib.

Acara ini juga dihadiri oleh Habib Ali bin Muhammad Al Haddad dan Syekh Ahmad bin Saleh Bafadhol. Habib Ali, yang sering datang ke Indonesia, pun berkata bahwa Indonesia sukses dalam memberantas korupsi. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya