Berita

Tjipta Lesmana/net

IHSG-RUPIAH ANJLOK

Prof. Tjipta Lesmana: Krismon 97/98 Bisa Kembali Terulang...

RABU, 21 AGUSTUS 2013 | 12:49 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Keadaan ekonomi benar-benar gawat. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus menurun dan anjlok. Siang ini, nilai tukar rupiah mencapai Rp 11.300 per dolar AS, setelah pada Sore kemarin mencapai Rp 10.850 per dolar AS.

"Ini orang menukar dolar berjubel. Sentimen dari pasar sangat buruk. Orang-orang panik," kata gurubesar komunikasi politik, Prof Tjipta Lesmana, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 21/8).

Tjipta mengamati sejak beberapa hari lalu, nilai tukar rupiah melemah dan turun hingga 14 persen. Tentu saja dengan rupiah yang terus melemah ini membuat pengusaha resah. Karena rupiah lemah, bahan baku baku impor pun naik tajam, sehingga penjualannya pun menjadi naik. Di saat yang sama, daya beli masyarakat sangat rendah.


"Saya pertanyakan, dimana pemerintah? Dimana Menteri (Keuangan) Chatib Basri? Dimana Bank Indonesia (BI)? Mereka terlihat tidak berdaya sama sekali," ungkap Tjipta.

Tjipta melihat SBY terlalu sibuk dengan urusan Konvensi Demokrat. Setiap hari yang dibicarakan oleh SBY dan elit pemerintahan dari Demokrat hanyalah persoalan Konvensi. Sementara persoalan ekonomi nasional yang berada dalam posisi yang mengkhawatirkan dan nyaris hancur dilupakan dan tak dihiraukan.

"Pemerintah jangan anggap enteng masalah ini," tegas Tjipta.

Bila pemerintah tidak cepat bertindak dan bisa menstabilkan kembali rupiah, Tjipta memprediksi krisis moneter sebagaimana terjadi pada tahun 1997/1998 akan kembali terulang. Saat itu juga rupiah terus melemah hanya dalam hitungan hari, sampai akhirnya tembus Rp 17.000 per dolar AS.

"Bila tidak direm, krismon bisa terulang. Habislah ekonomi kita," demikian Tjipta. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya