Berita

sby/net

IHSG-RUPIAH ANJLOK

Rupiah Terus Anjlok karena Sistem Keuangan Rezim SBY Telah Membusuk

RABU, 21 AGUSTUS 2013 | 08:48 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sistem keuangan yang semakin membusuk menjadi sebab merosotnya nilai  tukar rupiah terhadap dolar AS.  Fundamental keuangan nasional pun telah hancur.

Menurut pengamat ekonomi-politik dari Indonesia for Global Justice, Salamuddin Daeng, sistem keuangan ini membusuk setelah ada Reformasi Pengkhianatan 1998 yang memecah belah institusi keuangan, menyebabkan institusi keuangan saling bersaing dan bertabrakan satu sama lain. Akibatnya sistem keuangan menjadi lemah dan negara menjadi lemah yang selanjutnya memudahkan kartel internasional, mafia dalam pemerintahan dan sindikat bisnis menguasai keuangan nasional.

"Refomasi penghinatan telah mengubah Bank Indonesia (BI) menjadi lembaga spekulatif semata. Reformasi telah membentuk lembaga-lembaga keuangan baru yang tidak jelas kedudukan terhadap UUD, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengambil alih tugas dan fungsi pengawasan BI, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan rencana pembentukan Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK)," kata Salamuddin beberapa saat lalu (Rabu, 21/6).


Pembentukan lembaga-lembaga keuangan yang bertanggungjawab langsung pada presiden ini, lanjut Salamuddin, ternyata hanya penyaluran moral hazard elite politik Indonesia, memfasilitasi motif bagi-bagi kekuasaan, jabatan, uang, elite politik di pemerintahan dan DPR. Dengan gaji dan kekuasaan yang dimiliki masing-masing lembaga, maka hal ini akan menjadi sumber keuangan yang besar bagi para politisi di DPR dan pemerintahan SBY.

Sistem keuangan hasil Reformasi Penghianatan sejak 98 adalah sebab institusi keuangan terpecah belah, rusak, kotor dan membusuk yang akan menjungkalkan keuangan Indonesia," demikian Salamuddin. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya