sby/net
sby/net
Menurut pengamat ekonomi-politik dari Indonesia for Global Justice, Salamuddin Daeng, sistem keuangan ini membusuk setelah ada Reformasi Pengkhianatan 1998 yang memecah belah institusi keuangan, menyebabkan institusi keuangan saling bersaing dan bertabrakan satu sama lain. Akibatnya sistem keuangan menjadi lemah dan negara menjadi lemah yang selanjutnya memudahkan kartel internasional, mafia dalam pemerintahan dan sindikat bisnis menguasai keuangan nasional.
"Refomasi penghinatan telah mengubah Bank Indonesia (BI) menjadi lembaga spekulatif semata. Reformasi telah membentuk lembaga-lembaga keuangan baru yang tidak jelas kedudukan terhadap UUD, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengambil alih tugas dan fungsi pengawasan BI, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan rencana pembentukan Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK)," kata Salamuddin beberapa saat lalu (Rabu, 21/6).
Populer
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00
Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39
Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16
Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47
UPDATE
Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14
Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55
Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50
Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47
Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33
Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09