Berita

jumhur hidayat/net

Komite Konvensi Perlu Undang Jumhur Hidayat yang Sudah Didukung Banyak Kalangan

RABU, 21 AGUSTUS 2013 | 06:25 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Komite Konvensi Partai Demokrat perlu menyambut baik dukungan berbagai elemen masyarakat atas tokoh muda asal Jawa Barat Moh Jumhur Hidayat untuk ikut konvensi

"Jumhur satu-satunya tokoh Jawa Barat yang sudah menyatakan siap mengikuti konvensi setelah didukung berbagai elemen masyarakat. Ini perlu direspon oleh Komite Konvensi," kata praktisi hukum dan politik yang juga seorang tokoh Jawa Barat, Dindin S Maolani, saat dihubungi wartawan Selasa malam (20/8).

Pada malam yang sama, Komite Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat menggelar rapat di Jakarta untuk memverifikasi kesediaan dan kesiapan bakal calon peserta konvensi secara keseluruhan. Sementara di Bandung. Selasa siang pada Peringatan 100 Tahun (Milangkala Saabad) Paguyuban Pasundan yang dihadiri ribuan tokoh dan masyarakat Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berharap ada calon presiden atau wapres pada Pemilu 2014 yang merupakan tokoh dari Jawa Barat karena etnis Sunda merupakan terbesar kedua setelah Jawa.


"Kemampuan SDM Jawa Barat harus menjadi ukuran keberhasilan pembangunan nasional sehingga tidak ada salahnya bila kelak akan ada presiden atau pun wakil presiden yang berasal dari Jawa Barat," kata Ahmad Heryawan.

Gubernur bahkan para tokoh Jawa Barat tidak lagi berbicara "mangga dipayun" (silakan duluan) untuk memberi jalan orang lain untuk maju tetapi sudah saatnya "punten kapayunan" (maaf mendahului) untuk menggambarkan kesiapan tokoh Jawa Barat memimpin negeri ini.

Pada acara itu Ketua Umum  Paguyuban Pasundan yang juga Rektor Universitas Pasundan Prof Didi Turmudzi menuturkan tiga tokoh Sunda yakni Moh Jumhur Hidayat, Ginanjar Kartasasimita, dan TB Hasanudin pantas menjadi calon presiden dan wakil presiden untuk Pemilu 2014.
      
Dindin S Maolani menyatakan bahwa Komite Konvensi yang diketuai mantan Menteri Agama Maftuh Basyuni harus bisa menangkap aspirasi dukungan pada tokoh yang memiliki kredibilitas, terlebih tokoh muda seperti Jumhur. Jumhur didukung berbagai elemen masyarakat, tidak hanya kalangan buruh dan pekerja yang menjadi basis ketokohannya tetapi juga karena dia satu-satunya putra asal Jawa Barat yang telah menyatakan siap mengikuti konvensi setelah didukung untuk ikut konvensi.

"Saya khawatir bahwa masyarakat Jawa Barat akan tersinggung bila satu-satunya tokoh asal Jawa Barat yang telah menyatakan kesiapannya ini ternyata tidak direspon oleh Komite Konvensi," kata Dindin.

Sebaliknya, menurut dia, Partai Demokrat akan mendapatkan keuntungan dalam mendulang suara pemilih asal Jawa Barat yang merupakan terbesar di Indonesia karena mencapai puluhan juta pemilih jumlahnya, bila menyertakan Jumhur dalam konvensi, terlebih bila terpilih oleh partai itu sebagai calon presiden.

"Jumhur populer di masyarakat Jawa Barat," katanya, sambil berharap Komite Konvensi dapat mengundang Jumhur mengikuti konvensi dan memberikan kesempatan kepada satu-satunya tokoh Jawa Barat yang telah siap mengikuti konvensi itu memaparkan visi dan misinya untuk negeri ini. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya