Berita

ilustrasi/net

Setiap Minggu PT Berdikari Ekspor 160 Ton Produksi Kakao

SELASA, 20 AGUSTUS 2013 | 21:28 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Tujuh industri kakao nasional mengalami mati suri setelah pemberlakuan bea keluar biji kakao pada awal 2011 lalu. Akibat kebijakan ini, hanya industri saja yang mampu meningkatkan produksinya.

Setelah kebijakan ini, PT Berdikari, yang awalnya hanya melakukan trading Biji Kakao yang ditanam di Makasar, Kolaka dan Padang juga akhirnya mengalami kendala

"Pada saat pemerintahan  memberlakukan pengenaan bea keluar atas ekspor biji kakao yang diberlakukan 1 April 2010 lalu, menyebabkan harga biji kakao sudah sangat tidak kompetitif lagi, sehingga inilah yang mendorong kami pada oktober 2012 untuk merambah kepada produksi kakao setengah jadi," kata Direktur Keuangan PT Berdikari, Siti Marwah.


Dengan terjunnya PT Berdikari dalam industri pengolahan biji kakao, ternyata berhasil menghidupkan kembali beberapa pabrik pengolahan biji kokoa terbesar di Indonesia yang sempat mati suri. "Pesatnya peminat  Produksi setengah jadi kokoa yang dihasilkan PT. Berdikari, membuat kami dapat meluaskan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan swasta di Indoneisa," ujar Marwah.

Sebagai BUMN yang bisa dikatakan baru menangani komoditi Kakao ini, Biji kakao yang diolah menjadi  Liquor, Cocoa Butter dan cocoa Powder oleh PT Berdikari ini telah mencapai ekspor yang cukup signifikan, sekitar 160 ton atau 8 kontainer tiap minggunya. Sementara pasar international yang meminati kakao setengah jadi hasil produksi PT. Berdikari antara lain Singapura, Malaysia, London, Belanda dan Spanyol.

Beberapa waktu yang lalu Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI) Sindra Wijaya sempat menyebutkan jika kapasitas industri pengolahan kakao dan produksi yang cenderung stagnan tidak ditingkatkan dan tidak ada yang memicu minat petani kakao untuk tetap menanam kakao dapat menyebabkan Indonesia akan menjadi negara importir kakao pada 2015.

Oleh karenanya Marwah menyebutkan walaupun PT Berdikari baru terjun dalam industri pengolahan biji kakao ini, namun melihat minat pasar yang tinggi pada hasil pengolahan biji kakao PT Berdikari, dirinya optimis dapat meningkatkan memenuhi kebutuhan kapasitas industri pengolahan kakao ke depannya dengan hasil pengolahan kakao yang berstandar internasional. Dengan kualitas kakao yang baik, diharapkan dapat melindungi konsumen dari kakao berkualitas buruk sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

"Mutu kakao yang baik akan memperbaiki harga dan meningkatkan devisa negara sehingga petani pun semakin bersemangat untuk menanam kakao," ujarnya. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya