Berita

ilustrasi/net

Bila Harus Lepas Seragam, Polisi Kalah Satu Kosong oleh Penjahat

SELASA, 20 AGUSTUS 2013 | 15:44 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Seragam bukan sekedar  identitas buat anggota Polri namun juga kebanggaan untuk para penggunanya. Karena itu saran untuk melepas seragam Polri tidak akan menyelesaikan persoalan penembakan.

Demikian disampaikan anggota Komisi III dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Alhabsy, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 20/8).

"Penanggalan seragam dinas malah akan berpotensi menimbulkan persoalan baru. Misalkan masyarakat akan sulit mengidentifikasi mana polisi dan mana yang bukan. Seperti yang terpjadi hari ini di Johar Baru Jakarta Pusat, aparat yang sedang melakukan menggeledah diteriaki maling dan nyaris diamuk massa lantaran tidak memakai seragam," kata Aboe Bakar.


Kedua, lanjut Aboe Bakar, kebijakan tersebut akan bisa memicu naiknya angka kriminalitas, karena banyak penjahat yang nyaru menjadi polisi.

"Sekarang saja banyak kasus penjahat yang nyaru jadi polisi berseragam, apalagi nanti bila mereka tidak pakai seragam, kejahatan sejenis bisa menjamur," ungkap Aboe Bakar.

Ketiga, Aboe Bakar Khawatir turunnya kepercayaan diri aparat di lapangan. Karena selama ini mereka bangga dan confident dengan seragam yang dipakai.

"Nah sekarang diminta lepas seragam. Apalagi bila ini dipicu dengan adanya penembakan, seolah mental polisi sudah kendor saat ada beberapa teman yang berseragam tertembak oleh orang tak dikenal. Hal ini jangan sampai terjadi, polisi tak boleh kalah mental dengan lima insiden penembakan yang ada. Bila itu terjadi mereka sudah kalah satu kosong dengan penjahat di lapangan," demikian Aboe Bakar. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya