Berita

arb-prabowo/net

IHSG-RUPIAH ANJLOK

Anjloknya Pasar Bakal Memukul Aburizal Bakrie dan Prabowo Subianto

SELASA, 20 AGUSTUS 2013 | 08:51 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Nilai rupiah anjlok lebih cepat dari perkiraan pelaku pasar. Per hari kemarin, rupiah sudah turun 9,4 persen year on year menjadi di atas 10.500. Bersama dengan anjloknya rupiah, Jakarta Composite Indeks juga anjlok 5,6 persen. Bahkan nilai perdagangannya pun mencapai Rp 6,7 triliun, melebihi nilai rata-rata tahun ini.

Akibat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai rupiah yang anjlok ini diyakini bisa berdampak pada pertarungan Pemilu 2014. Apalagi beberapa pucuk pimpinan partai adalah pemilik dan menjadi bos perusahaan yang bisa terkena dampak dari  anjloknya pasar ini.

"Anjloknya pasar kemarin bakal memukul Golkar dan Gerindra," kata doktor ekonomi dari University of Queensland, Dradjad H Wibowo, beberapa saat lalu (Selasa, 20/8).


Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, ungkap Dradjad, sudah sangat kesulitan likuiditas dan utang. Dengan anjloknya pasar maka Aburizal Bakrie akan semakin terpukul. Pun demikian dengan Prabowo. Meski Prabowo masih punya minyak namun PT Kiani dan batubaranya akan tetap terpukul.

"Jadi Golkar dan Ical serta Gerindra dan Prabowo yang paling kena kalau anjloknya pasar meledak jadi krisis. Mereka yang bermain minyak dan gas yang paling aman dan bahkan dapat capital gain," ungkap Dradjad yang juga Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN).

Dradjad sendiri menilai anjloknya pasar ini menunjukkan bahwa pasar sedang menghukum SBY dan pemerintahannya dengan hantaman yang keras. Pasar menghukum SBY dan pemerintahannya terutama karena tiga hal. 

Pertama, RAPBN 2014 divonis sebagai bukti bahwa pemerintah telah out of touch sehingga pasar menilai target pertumbuhan 6,4 persen bukan hanya tidak realistis tapi juga dinilai sebagai guyonan. Kedua,  pasar menghukum SBY karena pemerintah dinilai terlalu menganggap enteng persoalan trade deficit dan utang swasta yang jatuh tempo. Ketiga, BI dianggap terlalu dipaksa mempertahankan rupiah di luar kemampuannya. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya