Berita

ilustrasi/net

Indonesia Harus Balas Kebaikan dan Rasa Cinta Rakyat Mesir

SELASA, 20 AGUSTUS 2013 | 07:14 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemerintah Indonesia harus melihat bahwa kasus yang ada di Mesir dengan kacamata kemanusiaan, meskipun tidak harus terkesan mengintervensi urusan dalam negeri Mesir.

"Mestinya pemerintah Indonesia terdepan dalam  memperjuangkan kemerdekaan rakyat Mesir," kata Sekjen Komite Nasional untuk Kemanusiaan dan Demokrasi Mesir (KNKDM),  Suhartono TB, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 20/8).

Suhatono pun mengungkap kebaikan dan cinta Mesir atas Indonesia. Rakyat dan pemerintah Mesir merupakan negara yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia. Ini merupakan salah satu bukti bahwa bangsa Mesir sangat perhatian terhadap kemerdekaan rakyat Indonesia saat itu.


Bukti berikutnya, Suhartono melanjutkan, saat di Indonesia terjadi masa Reformasi dan mengalami krisis moneter, sejumlah rakyat Mesir datang berbondong-bondong ke KBRI di Mesir, untuk memberikan bantuan pendidikan mahasiswa Indonesia belajar di Mesir.

"Saat itu, ada salah seorang pemilik Toko kecil di At taba datang membantu, memberikan donasinya ke KBRI, untuk keberlangsungan biaya belajar mahasiswa Indonesia di Mesir," katanya, yang merupakan alumnus Universitas Al Azhar Mesir jurusan Sejarah dan Peradaban Islam ini.

Tidak ketinggalan, masih kata Suhartono, ketika Gaza Palestina diserang Israel beberapa waktu lalu, rakyat Mesir tanpa di minta Pemerintahnya, langsung memberikan bantuan  4 bus berisi obat-obatan, makanan dan bahan bangunan untuk rakyat Gaza. Ini menjadi cerminan bahwa masyarakat Mesir bukan teroris, seperti yang gencar diberitakan media pemerintah kudeta sekarang ini.

"Indonesia mestinya lebih arif dan objektif dalam melihat akar sejarah masyarakat Mesir yang senang membantu kepada sesama," ujarnya penuh harap. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya