Berita

presiden sby/net

IHSG-RUPIAH ANJLOK

Pasar Hukum SBY karena Bikin RAPBN Guyonan dan Anggap Enteng Persoalan

SELASA, 20 AGUSTUS 2013 | 06:41 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Nilai rupiah anjlok lebih cepat dari perkiraan pelaku pasar. Per hari kemarin, rupiah sudah turun 9,4 persen year on year menjadi di atas 10.500.

Bersama dengan anjloknya rupiah, Jakarta Composite Indeks juga anjlok 5,6 persen. Bahkan nilai perdagangannya pun mencapai Rp 6,7 triliun, melebihi nilai rata-rata tahun ini.

Keadaan sepeti ini, kata Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Dradjad H Wibowo, menunjukkan bahwa pasar sedang menghukum SBY dan pemerintahannya dengan hantaman yang keras. Pasar menghukum SBY dan pemerintahnnya terutama karena tiga hal.


Pertama, kata Dradjad, yang meraih gelar master of science di bidang ekonomi serta doktor economathematic dari University of Queensland beberapa saat lalu (Selasa, 20/8), RAPBN 2014 divonis sebagai bukti bahwa pemerintah telah out of touch.

"Bahasa dari teman-teman saya di pasar the government is making a fool of itself. Target pertumbuhan 6,4 persen bukan hanya dinilai tidak realistis, tapi diejek sebagai guyonan," tegas Dradjad.

Kedua, lanjutnya, pasar menghukum SBY karena pemerintah dinilai terlalu menganggap enteng persoalan trade deficit dan utang swasta yang jatuh tempo. Ketiga, BI dianggap terlalu dipaksa mempertahankan rupiah di luar kemampuannya.

"Terbukti dari cadangan devisa yang sudah anjlok sekitar 20 miliar dolar AS," demikian Dradjad. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya