Berita

jumhur hidayat/net

Jumhur Hidayat Layak Dipertimbangkan untuk Dipilih Komite Konvensi

SENIN, 19 AGUSTUS 2013 | 09:29 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Komite Konvensi harus benar-benar mengkaji calon presiden secara menyeluruh dan komprehensif. Artinya, Komite Konvensasi tidak terjebak dalam kategorisasi yang bersifat parsial.

"Misalnya terjebak hanya pada persoalan popularitas saja," kata Direktur Eksekutif Segitiga Institute, Muhammad Sukron, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 19/8).

Karena itu kata Sukron, popularitas juga harus disertai dengan aspek integritas dan track record. Tanpa integritas, dan hanya mengandalkan popularitas, maka Konvensi akan menjadi semacam ajang pencarian artis belaka. Dan hal yang lebih berbahaya dari ini adalah mempertaruhkan nasib bangsa selama lima tahun mendatang.


Selain itu, lanjut Sukron, Komite juga harus melihat jejak rekam peserta secara integral. Sebab bisa jadi tokoh yang belakangan terlihat cemerlang, justru memiliki jejak hitam di masa silam. Kecemerlangan yang ada di saat ini pun hanya diciptakan melalui pabrikasi citra dengan modal yang tidak terbatas.

Dari sisi ini, Sukron melihat Jumhur Hidayat sebagai salah seorang yang layak dipertimbangkan untuk dipilih. Selain memiliki rekam jejak yang bagus sejak menjadi aktivis mahasiswa di era 1980-an, Jumhur juga sukses menjadikan tenaga kerja Indonesia (TKI) lebih bermartabat saat memimpin Kepada Nasional Badan Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI).

"Di kalangan aktivis, Jumhur juga dinilai memiliki integritas yang memadai," tegas Sukron, sambil menegaskan bila memang harus memilih, maka integritas harus lebih didahulukan daripada popularitas.

"Tanpa integritas, tokoh populer bisa merusak Demokrat dan bahkan Indonesia di masa mendatang. Sementara dengan integritas yang sudah memadai namun popularitas yang minim, maka sudah menjadi tugas seluruh elemen Demokrat untuk mempopulerkannya," demikian Sukron. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya