Berita

LAPORAN DARI YAMAN

Rombongan Dubes RI Dikawal Pasukan Bersenjata Laras Panjang

SENIN, 19 AGUSTUS 2013 | 04:44 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Secara umum Repubik Yaman kini dalam keadaan yang relatif tenang setelah dihumbalang gelombang protes rakyat yang memaksa Presiden Ali Abdullah Saleh turun dari jabatannya dan digantikan Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi pada Februari 2012.

Namun begitu rombongan Dutabesar RI Wajid Fauzi yang menemani anggota Komisi I DPR RI Muhammad Najib bertemu Wakil Ketua Parlemen Yaman dikawal petugas yang bersenjata laras panjang.

"Kadang-kadang muncul kejadian tak terduga. Kita disini banyak tawakal. Tugas kita hanya ikhtiar yang maksimal," ujar Dubes Wajid seperti ditirukan Najib. Najib tiba di Yaman pada Minggu pagi (18/8).


Dalam pertemuan dengan Dubes Wajid dan Najib, Wakil Ketua Parlemen Mohammed Ali Salim Al Shadidi yang menangani urusan luar negeri mengingatkan bahwa Indonesia dan Yaman adalah dua negara yang memiliki sejarah cukup lama, lewat jalur perdagangan dan penyebaran agama Islam sejak berabad-abad lalu. Sudah sepatutnya hubungan baik itu terus dipelihara dan ditingkatkan lagi.

"Beliau menyampaikan terimakasih atas kunjungan kami dan mengingatkan hubungan Indonesia-Yaman ibarat hubungan dua saudara yang sudah berlangsung berabad-abad. Beliau berharap saling mengunjungi seperti ini agar terus bisa dijaga untuk meningkatkan saling pengertian dan kerjasama yg membawa kebaikan kedua bangsa dan negara," ujar Najib dalam pesan yang diterima redaksi.

Usai bertemu Wakil Ketua Parlemen Yaman, Najib mengatakan dirinya dijamu makan siang di sebuah restoran. Menu yang tersedia antara lain adalah nasi mandi, ikan bakar, udang goreng, marak dan daging bakar ala Turki yang semuanya enak dan memenuhi meja makan.

"Kata Bapak Wajid beginilah cara mereka menghormati tamu. Kalau tidak bisa makan banyak jangan dipaksakan yang penting semua yang disuguhi dicicipi," katanya lagi.

Dalam kunjungan ke Yaman ini, Najib juga dijadwalkan akan berbicara pada konferensi internasional yang diselenggarakan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Yaman. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya