Secara umum Repubik Yaman kini dalam keadaan yang relatif tenang setelah dihumbalang gelombang protes rakyat yang memaksa Presiden Ali Abdullah Saleh turun dari jabatannya dan digantikan Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi pada Februari 2012.
Namun begitu rombongan Dutabesar RI Wajid Fauzi yang menemani anggota Komisi I DPR RI Muhammad Najib bertemu Wakil Ketua Parlemen Yaman dikawal petugas yang bersenjata laras panjang.
"Kadang-kadang muncul kejadian tak terduga. Kita disini banyak tawakal. Tugas kita hanya ikhtiar yang maksimal," ujar Dubes Wajid seperti ditirukan Najib. Najib tiba di Yaman pada Minggu pagi (18/8).
Dalam pertemuan dengan Dubes Wajid dan Najib, Wakil Ketua Parlemen Mohammed Ali Salim Al Shadidi yang menangani urusan luar negeri mengingatkan bahwa Indonesia dan Yaman adalah dua negara yang memiliki sejarah cukup lama, lewat jalur perdagangan dan penyebaran agama Islam sejak berabad-abad lalu. Sudah sepatutnya hubungan baik itu terus dipelihara dan ditingkatkan lagi.
"Beliau menyampaikan terimakasih atas kunjungan kami dan mengingatkan hubungan Indonesia-Yaman ibarat hubungan dua saudara yang sudah berlangsung berabad-abad. Beliau berharap saling mengunjungi seperti ini agar terus bisa dijaga untuk meningkatkan saling pengertian dan kerjasama yg membawa kebaikan kedua bangsa dan negara," ujar Najib dalam pesan yang diterima redaksi.
Usai bertemu Wakil Ketua Parlemen Yaman, Najib mengatakan dirinya dijamu makan siang di sebuah restoran. Menu yang tersedia antara lain adalah nasi mandi, ikan bakar, udang goreng, marak dan daging bakar ala Turki yang semuanya enak dan memenuhi meja makan.
"Kata Bapak Wajid beginilah cara mereka menghormati tamu. Kalau tidak bisa makan banyak jangan dipaksakan yang penting semua yang disuguhi dicicipi," katanya lagi.
Dalam kunjungan ke Yaman ini, Najib juga dijadwalkan akan berbicara pada konferensi internasional yang diselenggarakan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Yaman.
[ysa]