. Anggota DPR seharusnya sering turun ke daerah. Sebab salah satu fungsi anggota DPR adalah sebagai representasi masyarakat di daerah pemilihan (Dapil). Selain itu, turun ke daerah juga perlu karena belakangan citra anggota DPR kian terpuruk.
"Turun ke daerah itu cukup penting untuk menghapus persepsi negatif publik. Minimal masyarakat bisa melihat bahwa kenyataannya anggota DPR ke dapil menjalankan fungsi representasi," kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Saan Mustopa.
Saat mengatakan hal ini di sela-sela pembukaan Turnamen Terbuka Bola Voli Saan Mustopa Cup ke-9, sekaligus merayakan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-68, Cilamaya Kulon, Karawang, Jawa Barat (Minggu, 18/8). Sekitar 1000-an warga pun tampak antusias menghadiri pertandingan voli yang rutin digelar setiap tahun.
Saan Mustopa mengatakan bahwa ia pun ingin terus lebih dekat dengan rakyat dan menyapa seluruh warga. Karena tanpa dukungan masyarakat, dirinya tak bisa duduk di parlemen.
"Makanya saya akan mengupayakan apa yang bisa saya lakukan semaksimal mungkin untuk bisa membantu para warga sekalian di sini," kata Saan yang kembali maju menjadi calon legislatif (caleg), mewakili dapil Jawa Barat VII meliputi Kabupaten Bekasi, Karawang dan Purwakarta.
Menurutnya, kegiatan pertandingan bola voli hanyalah sebagian kecil wujud rasa terima kasihnya kepada warga sekitar, sekaligus menyerap aspirasi warga.
Saan mengatakan, politisi harus menjawab tantangan itu dan meraih kembali simpati dengan bertemu dan menyapa konstituen secara langsung. Apalagi ada tudingan, para politisi sering kali melupakan warga setelah pemilu berlalu.
"Menurut saya, kader Demokrat harus mengambil momentum ini dengan cara bekerja, berkomunikasi dan menyerap aspirasi rakyat, memperjuangkannya, dan menjamin solusinya dilaksanakan pemerintah," paparnya.
Saan meyakini kepercayaan rakyat akan bertambah kepada politisi apabila kegiatan-kegiatan yang manfaatnya dirasakan masyarakat bisa dilaksanakan. Terkait dana reses, Saan menjelaskan bahwa uang reses yang jumlahnya sangat besar harus benar-benar dimanfaatkan untuk rakyat. Bahkan totalnya mencapai Rp1 miliar per tahun.
"Sekarang sekali reses sekitar Rp 150 juta, setahun ada 4 kali reses. Ditambah uang transportasi dan kunjungan ke daerah sebesar Rp 30 juta sekali turun ke lapangan, sebanyak 15 kali pertemuan setahun. Itu uang untuk penyerapan aspirasi yang memang harus kita gunakan untuk kegiatan dengan konsituen," katanya.
Saan mengaku menghabiskan uang reses dan biaya akomodasi untuk aktivitas sosial. Wasekjen PD ini menaruh perhatian kepada para masyarakat yang tidak mampu dan ingin sekolah hingga perguruan tinggi.
"Saya juga menangani TKI bermasalah yang ada di dapil. Dan memberikan beasiswa bagi anak-anak tidak mampu untuk masuk di perguruan tinggi. Saya juga punya pelayanan kesehatan keliling," katanya.
Selain itu, Saan juga mendirikan Taman Kanak-kanak gratis serta perpustakaan untuk masyarakat. Sayangnya, tak banyak anggota DPR yang memanfaatkan uang reses untuk turun ke lapangan. Padahal jumlahnya sangat besar.
"Kalau saya hanya mengcover biaya di situ, jadi aktivitas sosial bisa dilakukan selama kunjungan dapil dari uang reses," katanya.
Selain menggelar bakti sosial di dapilnya, Saan juga menggelar turnamen futsal Saan Mustopa Cup antar-SMU se-Karawang bertujuan mencari bakat-bakat pesepakbola sekaligus menyediakan kegiatan positif untuk anak-anak muda.
[ysa]