Berita

bambang soesatyo/net

Politik

Bamsoet: Jaga Moral Prajurit, Polri Harus Tingkatkan Operasi Antiteror

MINGGU, 18 AGUSTUS 2013 | 14:04 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Polisi Republik Indonesia (Polri) harus mengeluarkan respons terukur untuk menanggapi rangkaian penembakan terhadap prajurit Polri di lapangan. Kendati penembakan terhadap prajurit Polri akhir-akhir ini hanya terjadi di bagian selatan Jakarta, namun rangkaian peristiwa itu bukan lagi sekadar teror, melainkan serangan mematikan yang direncanakan.

"Maka, respons itu amat diperlukan untuk menjaga moral prajurit," ujar Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/8).
 
Ia pun prihatin dan ikut berbelasungkawa atas wafatnya prajurit Polri tersebut. "Saya pernah mengingatkan bahwa derajat ancaman terhadap prajurit Polri di beberapa daerah akhir-akhir ini cenderung meningkat," terang Bamsoet panggilan akrabnya.


Jumat malam (16/8), aksi teror dengan penembakan kembali terjadi di daerah Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten. Dua anggota kepolisian tewas dalam waktu berdekatan, yaitu Aiptu Kus Hendratno dan Bripka Ahmad Maulana. Sebelumnya Rabu (7/8), Aiptu Dwiyatna tewas ditembak di depan Rumah Sakit Sari Asih, Jalan Otista Raya, Kelurahan Sasak Tinggi, Ciputat, Tangerang Selatan, sekitar pukul 04.30 WIB. Dan, pada Sabtu dinihari (27/7) terjadi penembakan terhadap Aipda Patah Saktiyono di Jalan Raya Cirendeu, Tangerang Selatan.
 
"Ini bukan lagi teror melainkan serangan mematikan. Saya berharap pimpinan Polri segera melancarkan operasi khusus untuk melumpuhkan para pelaku penembakan itu. Kalaupun rangakaian peristiwa ini masih dilihat sebagai teror, Polri semestinya meningkatkan operasi antiteror," terang pengurus DPP Partai Golkar itu.
 
Menurut Bambang, respon Polri amat diperlukan agar semua prajurit bisa melihat institusi mereka berupaya melakukan perlindungan. Dengan operasi yang fokus pada upaya melumpuhkan pelaku penembakan, moral prajurit Polri akan terjaga dan keluarga mereka tidak akan resah.
 
Selain di Jakarta dan sekitarnya, jajaran Polri di daerah juga mendapat ancaman. Mei 2013  pos polisi di Kota Tasikmalaya dilempar bom Molotov. Kemudian, awal Juni lalu, Mapolres Poso di  Sulawesi Tengah diserang pelaku bom bunuh diri. Dan awal Juli kantor Mapolsek Rajapolah, Tasikmalaya, diteror ledakan bom panci. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya