presiden sby/net
presiden sby/net
Namun sayang, kata ekonom dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Dahnil Anzar Simanjuntak, optimisme pemerintah yang berlebihan ini tidak rasional. Sebab satu-satunya argumentasi yang digunakan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan tersebut adalah kebijakan insentif fiskal yang akan diberikan kepada industri yang fokus pada peningkatan SDM dan ruang fiskal yang meningkat untuk belanja infrastruktur pada tahun 2014 nanti.
Padahal, kata Danil kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 17/8), apabila merujuk fakta bahwa 2014 ini adalah tahun politik maka sulit mencapai pertumbuhan, bahkan diatas 5,5 persen. Ini sama halnya dengan pertumbuhan tahun 2013 yang lalu, yang akhirnya terpaksa juga dikoreksi oleh pemerintah sendiri.
Populer
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00
Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12
Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16
Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47
UPDATE
Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14
Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55
Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50
Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47
Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33
Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09