Berita

presiden sby/net

Optimisme Pemerintahan SBY yang Mematok Pertumbuhan Ekonomi Hingga 6,9 Persen Tidak Rasional!

SABTU, 17 AGUSTUS 2013 | 19:56 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemerintahan SBY terlalu optimis dengan mematok pertumbuhan ekonomi di 2014 mencapai 6,4-6,9 persen sebagaimana tertuang dalam asumsi makro APBN.

Namun sayang, kata ekonom dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Dahnil Anzar Simanjuntak, optimisme pemerintah yang berlebihan ini tidak rasional. Sebab satu-satunya argumentasi yang digunakan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan tersebut adalah kebijakan insentif fiskal yang akan diberikan kepada industri yang fokus pada peningkatan SDM dan ruang fiskal yang meningkat untuk belanja infrastruktur pada tahun 2014 nanti.

Padahal, kata Danil kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 17/8), apabila merujuk fakta bahwa 2014 ini adalah tahun politik maka sulit mencapai pertumbuhan, bahkan diatas 5,5 persen. Ini sama halnya dengan pertumbuhan tahun 2013 yang lalu, yang akhirnya terpaksa juga dikoreksi oleh pemerintah sendiri.


Setidaknya, lanjut Danil, ada dua hal yang menyebabkan sulitnya pencapaian pertumbuhan ekonomi 2014 pada angka 6,4 persen sampai dengan 6,9 ini. Pertama, adalah tahun politik yang menyebabkan peluang alokasi anggaran digunakan untuk kepentingan politik bukan cuma oleh partai penguasa tetapi juga oleh partai lain yang memiliki anggota DPR RI.

"Semuanya memiliki kecenderungan menjadikan APBN menjadi bacakan, sehingga stimulus APBN bagi pertumbuhan ekonomi seringkali tidak efektif," tegas Danil

Kedua, masih kata Danil, investor memiliki kecenderungan untuk wait and see pada tahun 2014, karena tidak mau berhadapan dengan potensi ketidakpastian yang tinggi pada tahun politik ini. Selain juga karena aktor perlambatan pertumbuhan ekonomi Cina dan India. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya