Berita

muhammad najib/net

Yaman Ibarat Bom yang Setiap Saat Bisa Meledak

SABTU, 17 AGUSTUS 2013 | 19:35 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Hingga saat ini, sejak Presiden Ali Abdullah Saleh, yang telah berkuasa selama 30 tahun, turun pada 2011, kondisi politik dan ekonomi di Yaman masih belum pulih. Bahkan, karena kondisi keamanan yang kian memburuk, Amerika dan Inggris sudah memanggil pulang seluruh diplomat dan staffnya.

Demikian disampaikan anggota Komisi I dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Muhammad Najib, beberapa saat lalu (Sabtu, 17/8).

Najib sendiri, besok, akan tebang ke Yaman untuk menghadiri Simposium Nasional yang digelar Persatuan Pelajar Indonesia(PPI) Yaman. Selain mengundang pembicara dari Indonesia, PPI juga mengundang para tokoh dan ulama Yaman.


Soal kondisi Yaman, Najib melanjutkan, pemerintah pusat di San'a tidak sepenuhnya bisa mengontrol wilayahnya. Sebab banyak tempat di Yaman yang dikendalikan oleh kepala suku. Di saat yang sama, pemberontakan suku Houthi dan kelompok Al Qaeda juga terus berlangsung.

"Yaman ibarat bom yang setiap saat bisa meledak karena penduduk sipil boleh memiliki senjata," kata Najib, yang juga mantan Sekum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.

Najib juga mendapat keterangan dari Dubes Yaman di Jakarta bahwa jumlah senjata di Yaman sudah lebih banyak dari jumlah penduduknya. Bahkan beberapa kelompok masyarakat bukan hanya menyimpan senjata ringan melainkan juga senjata berat. Sementara itu, check point berdiri dimana-mana, dengan penjaga tergantung dari pihak yang berkuasa di wilayah itu.

"Tidak mudah bagi Presiden Abd Rabbo Mansour Hadi sebagai Presiden Sementara memimpin Yaman dalam melewati masa transisi," demikian Najib. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya