Berita

ahmad fanani/net

SUAP IMPOR SAPI

Ada yang Pesan Nama Hatta Rajasa Disebut-sebut Maria dan Elda

SABTU, 17 AGUSTUS 2013 | 16:07 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Maria Elizabeth Liman dan Elda Deviane Adiningrat, yang menjadi terdakwa dalam kasus suap impor daging sapi, diminta untuk tidak mengait-kaitkan persoalan yang melilitnya kepada pihak lain. Apalagi, nama yang disebut tersebut tidak kenal dan tidak pernah berhubungan dengan mereka. Kedua terdakwa itu diminta untuk fokus menyiapkan pembelaan di dalam persidangan.

"Kami mengikuti secara serius persidangan mereka. Dalam catatan kami, mereka berdua sudah beberapa kali menyebut nama Menteri Kordinator Perekonomian, Hatta Rajasa. Kalau tidak punya bukti, kami khawatir penyebutan itu memiliki motif politik dan didasarkan atas pesanan orang lain," kata Ketua Devisi Tim Advokasi Komunitas Pembela Kebenaran, Ahmad Fanani, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Sabtu, 17/8).

Sebagai pejabat tinggi dan juga publik figur, lanjut Fanani, Hatta Rajasa pasti sangat terganggu dengan penyebutan itu. Walau sudah dibantah secara tegas, penyebutan itu masih terus berlanjut. Tindakan kedua terdakwa itu dinilai dapat dikategorikan sebagai pencemaran nama baik. Publik mengetahui bahwa kasus itu terjadi di departemen pertanian. Pelakunya tertangkap tangan dan telah mengakui perbuatannya. Anehnya, belakangan kedua terdakwa membuat persoalan semakin melebar. Sementara, sejauh ini tidak ada bukti hukum atas tuduhan-tuduhan yang mereka sampaikan.


"Kalau nama pak Suswono yang disebut, masih bisa dipahami. Pasalnya, LHI berasal dari partai yang sama dengan Pak Sus. Demikian pula AF yang dikenal mengenal banyak orang-orang di partai yang dipimpin LHI," jelasnya.

Karena itu, lanjutnya, Komunitas Pembela Kebenaran akan menyiapkan langkah-langkah untuk melaporkan dan menuntut kedua terdakwa tersebut. Selain itu, Komunitas ini pun akan mengajak elemen-elemen lain untuk ikut bergabung. Tindakan kedua terdakwa itu jelas-jelas sudah sangat menyimpang dari prinsip dan nilai-nilai kebenaran.

"Tujuan utama komunitas ini adalah membela kebenaran. Siapa pun orangnya, kalau dia benar pasti akan kami bela. Termasuk dalam hal ini Bapak Hatta Rajasa," demikian Fanani. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya