Berita

dolfie ofp/net

Terbukti Janji SBY untuk Meningkatkan Anggaran Infrastruktur Cuma Isapan Jempol

JUMAT, 16 AGUSTUS 2013 | 20:09 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. RAPBN 2014 yang disampaikan Presiden SBY memperlihatkan RAPBN Birokrasi. Hal ini terlihat dari lonjakan kenaikan alokasi anggaran untuk birokrasi yang besar.

"Penghematan subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang dijanjikan pemerintah akan menambah secara signifikan pada infrastruktur ataupun belanja modal tidak terbukti," kata anggota Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan, Dolfie OFP, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 16/8).

Menurut Dolfie, upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat hanya dirasakan langsung oleh PNS dengan kenaikan gaji pokok. Sedangkan masyarakat lainnya menunggu "tetesan" pertubuhan ekonomi yang melambat.


Dolfie pun mencatat, program pengentasan kemiskinan yang dijalankan oleh Pemerintah dari tahun 2009-2013 telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 470 triliun dan tetap menyisakan masyarakat yang miskin dan rentan miskin yang relatif tetap yaitu dari 53 Juta Penduduk pada tahun 2009 menjadi 52 Juta Penduduk pada tahun 2013. Sementara pada RAPBN 2014 tidak ada pendekatan baru dalam pengentasan kemiskinan.

"Visi keadilan tidak tergambarkan, terutama strtaegi penurunan gino ratio yang saat ini telah mencapai 0,41," tegas Dolfie.

Dolfie pun menilai, program MP3EI yang tidak diimbangi dengan alokasi anggaran untuk 181 daerah tertinggal hanya akan menciptakan kesenjangan baru. Di saat yang sama, kebijakan Transfer Daerah Pemerintah hanya bersifat reguler, dan Pengalihan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan menjadi DAK kurang mendapatkan perhatian yang serius dari Pemerintah Pusat.

"Padahal hal ini diamanatkan oleh UU No 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Pasal 108," demikian Dolfie. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya