Berita

tb hasanuddin/net

Jenderal TB Hasanuddin: SBY Sekelas Danramil Bila Tak Bisa Buktikan Pidatonya

JUMAT, 16 AGUSTUS 2013 | 18:49 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dalam pidato kenegaraan, terutama terkait dengan keutuhan NKRI, Presiden SBY terlihat tegas. Dia misalnya mengatakan bahwa NKRI harga mati. SBY juga nampak mau mengintimidasi pihak luar dengan mengingatkan untuk tidak menyakiti bangsa Indonesia.

Tentu saja, bagi Wakil Ketua Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, pidato kenegaraan SBY ini perlu didalami lebih lanjut. Misalnya, apakah pidato itu hanya sekedar basa-basi semata atau memang ada keseriusan SBY di akhir masa jabatan.

"Beranikah SBY mengaplikasikan pidatonya? Publik meragukannya. Selama sembilan tahun pemerintahannya, Aceh dan Papua justru dari hari ke hari tambah menghawatirkan," kata TB Hasanuddin kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 16/8).


TB Hasanuddin memberi contoh. Dalam kasus bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) saja, sama sekali SBY tak menyiratkan ketegeran sikap sebagaimana dalam pidatonya. Bahkan, SBY diam saja dan tidak mengambil langkah apapun ketika saat ini, menjelang Hari Kemerdekaan, tak ada orang di Aceh yang memasang bendera merah putih.

"Lalu tindakan apa yang akan diambil SBY. Konsistenkah dengan pidatonya? justru SBY malah akan melantik wali negara atau wali nanggro," sesal TB Hasanuddin.

Dalam kasus Papua, TB Hasanuddin pun menantang keberanian dan keseriusan pidato SBY. TB Hasanuddin menantang SBY untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan negara yang mengizinkan perwakilan OPM. Atau paling tidak, menarik Duta Besar RI dari negara itu.

TB Hasanuddin pun menilai pidato SBY soal kehidupan toleransi di Indonesia lebih cenderung membela diri. Sebab dalam rapat komisi masalah HAM di PBB sudah menyebutkan bahwa Indönesia telah gagal menjaga teloransi sosialnya.

"Lihatlah kasus Syiah di  Sampang, kasus-kasus Ahmadiyah, Gereja Yasmin dan kasus-kasus intoleransi lainnya yang belum terselesaikan secara tuntas. Bahkan muncul kasus-kasus baru," jelas TB Hasanuddin.

TB Hasanuddin memastikan mulai besok pagi rakyat Indonesia akan menunggu keberanian SBY dalam mengaplikasikan pidatonya. Sebab kalau cuma berkata bahwa NKRI harga mati, tak perlu jadi presiden atau seorang jenderal.

"Para Babinsa dan Danramil pun sudah menulis NKRI harga mati di pilar-pilar markas koramil masing-masing. Tapi bagaimana cara mengaplikasikannya? Itulah tugas Presiden saat ini," demikian TB Hasanuddin. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya