Berita

ilustrasi/net

Memerdekakan Indonesia di Laut...

JUMAT, 16 AGUSTUS 2013 | 13:49 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Peringatan Hari Kemerdekan RI ke-68 sudah harusnya dijadikan momentum untuk merenung dan mengevaluasi arah kebijakan pembangunan yang sudah melalui tiga rezim, yaitu Orde Lama, Orde Baru dan Orde Reformasi.

Dari sisi ini, maka pertanyaan yang penting diajukan adalah sejauh mana tujuan atau cita-cita kemerdekaan sudah dicapai. Lalu untuk mencapai cita-cita kemerdekaan itu, apa yang menjadi fokus pembangunan, yang kemudian dikelola melalui kebijakan.

Atas pertanyaan di atas tersebut, Indonesia Maritime Institute (IMI) memberikan sudut pandang. Hal ini terutama ditinjau dari aspek maritim. Sebab bagaimanapun, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, namun belum bisa mengejawantahkan kondisi geografisnya dalam kebijakan-kebijakan pembangunan nasional.


"Kebijakan pembangunan nasional masih cenderung mengabaikan kondisi geografis, geostrategis dan geopilitik sebagai sebuah negara kepulauan terbesar di dunia, dan berada pada posisi yang strategis. Semua itu masih retorika di buku-buku pelajaran sekolah," kata  Direktur Eksekutif IMI, Y. Paonganan, beberapa saat lalu (Jumat, 16/8).'

Seharusnya, lanjut Paonganan, peringatan HUT RI ke 68 kali ini dijadikan momentum strategis dalam mengevaluasi strategi kebijakan pembangunan nasional dengan mempertimbangkan hal-hal diatas. IMI pun mengharapkan agar para pemimpin negara ini, kembali melihat Peta NKRI dan mencoba memahami, seperti apa seharunya negara ini di bangun.

"Sebagai negara kepulauan dengan jumlah pulau 17 ribuan ini, dengan posisi yang strategis seharusnya dibangun dengan visi dan strategi maritim," beber Doktor lulusan IPB ini.

Ongen, biasa Paonganan disapa, melanjutkan bahwa visi dan strategi maritim adalah sebuah keniscayaan dalam mencapai cita-cita kemerdekan RI. Tanpa itu, tentu capaian akan sulit, dan kalaupun tercapai tentu akan menghadapi berbagai tantangan dan rintangan yang berat.

"Sebagai contoh, dengan sistem transportasi laut yang masih amburadul, tentu akan sulit terlaksananya pemerataan pembangunan dari Sabang-Merakue, karena sebagai negara kepulauan, transportasi laut adalah urat nadi ekonomi. Selain itu, dari sektor pemanfaatan potensi ekonomi di laut, baik itu migas, mineral maupun perikanan sebagian besar masih dikuasai asing, bahkan kita dirugikan sebanyak 118 trilyun per tahun dari illegal fishing," ujar Ongen.

Namun sebagai bagian dari komponen bangsa ini, IMI, papar CEO dari Maritime Magazine ini memiliki optimisme yang besar, bahwa Indonesia kedepan akan menjadi negara super power dan rakyatnya makmur dan sejahter. "Semoga ini bisa terwujud. Selamat HUT RI ke 68 tahun, jaya di laut, sejahtera di darat dan perkasa di udara," tandasnya. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya