Berita

sabam sirait/net

Sabam Sirait: Jangan Main-main dengan Kemerdekaan!

JUMAT, 16 AGUSTUS 2013 | 09:14 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Mempertahankan dan mengisi kemerdekaan jauh lebih sulit dan lebih berat daripada memperjuangkan kemerdekaan. Dalam memperjuangkan kemerdekaan, musuh dapat diketahui dengan jelas.

Demikian disampaikan politisi senior PDI Perjuangan, Sabam Sirait. Sabam pun mengutip pernyataan Bung Karno bahwa di era kemerdekaan perjuangan lebih sulit karena seringkali musuhnya adalah bagian dari bangsa Indonesia sendiri. Tentu saja, musuh dalam selimut jauh lebih berbahaya daripada musuh yang nyata.

"Musuh itu bisa saja satu partai dengan kita, satu bangsa dengan kita, tapi dia merusak dan mengkhianati negara. Kadang musuh itu berpura-pura menjadi sahabat. Ini jauh lebih bahaya," kata Sabam kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (JUmat, 16/8).


Di antara bukti nyata musuh negara itu, ungkap Sabam, adalah para koruptor. Karena itu semua pihak harus memerangi koruptor, dan menjadikan koruptor sebagai musuh negara.

"Memang mengatakan memberantas koruptor itu mudah tapi prakteknya susah. Bahkan yang mengatakan mau memberantas korupsi juga ternyata dia korupsi," ungkap Sabam, yang juga mantan Sekjen PDI, sebelum berubah menjadi PDI Perjuangan.

Sabam melanjutkan, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan itu harus penuh dengan kecintaan yang mendalam terhadap negara, penuh dengan kesabaran, penuh dengan semangat, dan juga penuh dengan pengetahuan. Pengetahuan ini juga penting, sebab misalnya, untuk menjaga kedaulatan negara dari Sabang sampai Merauke perlu pengetahuan disamping juga alat dan senjata yang canggih.

"Intinya jangan main-main dengan kemerdekaan. Kita harus berjuang bersama dalam mengisi kemerdekaan," tegas Sabam, yang telah berjuang di dunia politik selama hampir 30 tahun, dan kembali mau mengabdi kepada negara dengan cara ikut dalam pencalonan senator atau anggota DPD RI dari daerah Jakarta.

Hal lain yang tak kalah penting dalam mengisi kemerdekaan, masih kata Sabam, adalah kejujuran. Sebab bila pemimpin dan rakyat jujur maka Indonesia akan sejahtera, dan kemajuannya bisa menyaingi Malaysia, Thailand dan Singapura.

"Maka saya selalu tekankan, bila saja pemimpin di semua daerah di Indonesia seperti Jokowi-Ahok, maka kita bisa maju. Sebab mereka itu adalah orang-orang yang jujur," demikian Sabam. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya