Berita

muhammad sukron/net

KOVENSI CAPRES DEMOKRAT

Ruhut Sitompul Seakan-akan Menantang SBY dengan Mendzalimi Jumhur Hidayat

JUMAT, 16 AGUSTUS 2013 | 07:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bila dilakukan secara serius, transparan, dan jujur, maka konvensi merupakan cerminan dari proses demokratisasi yang terus berkembang di Partai Demokrat. Dan ini secara langsung juga merefleksikan sikap SBY yang memang demokratis.

Namun sayang, kata Direktur Eksekutif Segitiga Institute, Muhammad Sukron, proses demokratisasi di tubuh Demokrat yang juga refleksi sikap demokratis SBY ini harus dinodai oleh politisi Demokrat sendiri, yaitu Ruhut Sitompul. Ruhut seakan-akan menampar muka SBY dengan cara menyampaikan wacana yang anti-demokrasi terkait dengan kepesertaan konvensi.

"Pernyataan Ruhut yang mengatakan kepada Jumhur Hidayat untuk bercermin sebelum ikut konvensi merupakan pernyataan yang anti-demokrasi, merusak proses demokratisasi di Demokrat," kata Sukron kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 16/8).


Sukron tidak tahu mengapa Ruhut begitu mendzalimi Jumhur, yang padahal sudah mendapat dukungan dari berbagai organisasi buruh di berbagai daerah dan memiliki basis di kalangan aktivis yang begitu mengakar. Namun yang pasti, Ruhut seakan-akan menantang dan mempermalukan SBY sendiri.

"Posisi Jumhur sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dipilih oleh SBY. Artinya, Jumhur adalah anak buah yang terus dipercaya oleh SBY selama ini. Mengatakan Jumhur tidak berkualitas sama saja dengan menunjuk hidung SBY tak mampu memilih anak buah," tegas Sukron, yang juga mantan pimpinan pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Sukron menilai, SBY terus mempercayai jabatan BNP2TKI kepada Jumhur tentu saja bukan tanpa alasan. Jumhur merupakan salah seorang pembantu utama SBY yang memiliki tugas sangat besar. Dalam mengemban tugas besar itu, Jumhur, yang merupakan aktivis mahasiswa ITB era 1980-an dan pernah dipenjara di masa Orde Baru, juga terlihat bekerja keras.

"Memang belum sempurna karena memang persoalan TKI itu cukup rumit dan komplek. Namun secara umum, Jumhur jelas sukses memimpin BNP2TKI," tegas Sukron. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya